Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

Tuesday, 14 Safar 1443 / 21 September 2021

India Persempit Lockdown ke Wilayah Sebaran Covid-19

Kamis 09 Apr 2020 03:48 WIB

Red: Friska Yolandha

Petugas pemadam kebakaran menyemprot disinfektan di Nizamuddin di New Delhi, India, Kamis (2/4). Pemerintah India sedang mempertimbangkan menutup wilayah-wilayah sebaran virus corona di New Delhi, Mumbai serta beberapa daerah di selatan. Pada saat yang sama,  Pemerintah India akan melonggarkan pembatasan di berbagai kawasan lainnya.

Petugas pemadam kebakaran menyemprot disinfektan di Nizamuddin di New Delhi, India, Kamis (2/4). Pemerintah India sedang mempertimbangkan menutup wilayah-wilayah sebaran virus corona di New Delhi, Mumbai serta beberapa daerah di selatan. Pada saat yang sama, Pemerintah India akan melonggarkan pembatasan di berbagai kawasan lainnya.

Foto: AP Photo/Manish Swarup
Pemerintah India akan melonggarkan pembatasan di berbagai kawasan lainnya.

REPUBLIKA.CO.ID, NEW DELHI -- Pemerintah India sedang mempertimbangkan menutup wilayah-wilayah sebaran virus corona di New Delhi, Mumbai serta beberapa daerah di selatan. Pada saat yang sama, pemerintah akan melonggarkan pembatasan di berbagai kawasan lainnya.

Hal itu menjadi salah satu cara menghadapi lockdown (karantina wilayah) tiga pekan yang telah menimbulkan tekanan ekonomi yang berat. Seperti diketahui, lockdown India menyebabkan chaos di masyarakat.

Baca Juga

Langkah tegas, yang diterapkan di negara berpenduduk 1,3 miliar orang itu dalam upaya mencegah wabah Covid-19, akan berakhir berakhir pada 14 April. Perdana Menteri Narendra Modi pekan ini akan memutuskan apakah ia akan memperpanjang masa pembatasan tersebut.

Saat berbicara dalam pertemuan para pemimpin politik pada Rabu, Modi mengatakan pemerintah beberapa negara bagian telah meminta untuk memperpanjang masa karantina wilayah dalam menangani wabah tersebut. Namun, katanya, ekonomi India sedang menghadapi tantangan serius.

Lebih dari 80 persen kasus Covid-19 di India, negara berpenduduk terbanyak kedua di dunia, telah ditelusuri muncul di 62 distrik, menurut data pemerintah. Sebagian besar kasus pengidap virus corona jenis baru itu muncul di Negara Bagian Maharashtra, yang beribu kota Mumbai, juga di Ibu Kota Delhi dan negara bagian Tamil Nadu, Telangana dan Kerala di selatan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA