Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Thursday, 1 Syawwal 1442 / 13 May 2021

Kurang APD, Tenaga Medis di Kanada Mulai Tulis Surat Wasiat

Rabu 08 Apr 2020 12:42 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Petugas medis memeriksa warga di tempat penampungan sementara yang didirikan di lahan parkir. Tenaga medis di Kanada kekurangan APD saat menangani pasien corona. Ilustrasi.

Petugas medis memeriksa warga di tempat penampungan sementara yang didirikan di lahan parkir. Tenaga medis di Kanada kekurangan APD saat menangani pasien corona. Ilustrasi.

Foto: David Becker/EPA
Tenaga medis di Kanada kekurangan APD saat menangani pasien corona

REPUBLIKA.CO.ID, TRENTON -- Para tenaga medis di Kanada mulai membuat surat wasiat karena khawatir kekurangan alat pelindung diri (APD) ketika menangani pasien yang terinfeksi virus corona. Seorang dokter di kota kecil Brighton, Michelle Cohen, telah mendiskusikan perihal surat wasiat itu kepada suaminya.

"Itu adalah diskusi yang baru saja saya lakukan dengan suami saya dan ini adalah sesuatu yang kita semua telah pikirkan," ujar Cohen kepada Canada Broadcasting Corporation.

Cohen bekerja di sebuah klinik di Brighton. Nama dia telah masuk ke dalam daftar dokter yang akan dipanggil ke rumah sakit terdekat jika pasien virus corona bertambah. Cohen dan 43 ribu anggota Ontario Medical Association lainnya telah menerima email yang memberikan instruksi tentang cara memperbarui atau menulis surat wasiat dua pekan lalu.

"Jarang kita memikirkan keselamatan kita sendiri. (Tapi) jika kita diminta untuk melakukan sesuatu yang tidak aman bagi kita, keluarga kita, komunitas kita, dan pasien kita, saya pikir sebagian besar orang akan mulai bertanya-tanya apakah ini hal yang benar untuk dilakukan. Tidak ada yang mendaftar untuk melakukan misi bunuh diri," ujar Cohen.

Anadolu Agency melaporkan setidaknya 451 petugas kesehatan di Ontario positif terinfeksi virus corona per 6 April. Pemerintah Ontario menyatakan stok APD hanya bisa digunakan untuk satu pekan lagi.

Perdana Menteri Kanada Justin Trudeau mengatakan bantuan peralatan medis sedang dalam perjalanan. Sekitar 500 ribu masker N95 akan dikirim ke Kanada pada Rabu (9/4) dari perusahaan 3M di Amerika Serikat (AS). Sebelumnya, Kanada telah menekan AS yang memblokir pengiriman pesanan peralatan medis ke Kanada.

"Kami telah melakukan pembicaraan secara intensif dan memastikan bahwa pengiriman khusus ini dipermudah. Kami akan terus menyoroti pemerintah Amerika, di mana pasokan dan layanan kesehatan akan terus melewati perbatasan," ujar Trudeau.

Trudeau menambahkan sekitar lima ribu perusahaan Kanada secara sukarela membantu menyediakan peralatan pelindung diri bagi tenaga medis. Salah satunya adalah Canada Goose yang menawarkan untuk membuat APD. Hingga Selasa sore, Kanada mengonfirmasi 16.652 kasus infeksi virus corona dengan 323 kematian.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA