Rabu 08 Apr 2020 11:00 WIB

Soal Nasib MotoGP, Dorna: Tunggu Sampai Vaksin Ditemukan

Ezpeleta tidak terlalu percaya diri Dorna akan dapat menjalankan musim GP 2020.

Rep: Fitriyanto/ Red: Gilang Akbar Prambadi
CEO Dorna Carmelo Ezpeleta usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019).
Foto: Antara/Puspa Perwitasari
CEO Dorna Carmelo Ezpeleta usai bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, Jawa Barat, Senin (11/3/2019).

REPUBLIKA.CO.ID, VALENCIA -- Lomba balap motor paling elite di dunia, MotoGP, sudah menunda sejumlah seri balapannya musim ini gara-gara pandemi corona. Hingga kini belum ada kepastian kapan MotoGP akan dimulai Namun CEO Dorna Sports, selaku bos penyelenggara MotoGP, Carmelo Ezpeleta menyatakan, balapan baru akan dimulai jika vaksin Covid-19 sudah ditemukan.

Masalahnya, banyak ilmuwan memperkirakan, vaksin Covid-19 kemungkinan baru bisa ditemukan tahun depan. Sehingga Ezpeleta mengakui kejuaraan dunia 2020 tergantung pada apa yang berkaitam dengan vaksin.

"Saya pikir bahwa sampai kita memiliki vaksin untuk menghentikan penyebaran virus corona, akan sangat sulit atau tidak mungkin untuk mengatur grand prix tanpa ketenangan," kata dia dikutip dari Speedweek, Rabu (8/4).

 

"Tanpa vaksin sekalipun kehidupan harus dinormalisasi kembali, larangan bepergian akan tetap diberlakukan di semua negara. Jadi tidak mungkin bagi sejumlah besar orang untuk menonton pertandingan sepak bola atau menghadiri acara MotoGP," tambahanya.

 

Dia bahkan tidak terlalu percaya diri Dorna akan dapat menjalankan musim GP 2020. Bahkan jika terus bekerja keras untuk itu. 

Namun, Ezpeleta berharap balapan akan tetap berjalan mungkin dengan jumlah jauh lebih sedikit. 

Dalam hal darurat, Dorna dapat mengurangi jumlah grand prix. Batasnya adalah 13 seri, seperti yang ditetapkan dalam kontrak Dorna dengan FIM.

"Terus terang, jika kita mendapat kesempatan untuk memulai, kembali ke kejuaraan dunia, kita akan melakukannya. Tidak masalah berapa banyak balapan. Kami memiliki lebih dari lima bulan hingga September. Jika kami bisa mulai pada bulan September, kami masih bisa menangani lebih dari empat atau lima grand prix," jelasnya.

 

"Kita kemudian bisa membalikkan kalender balapan. Mungkin menjalankan beberapa balapan di Eropa dan kemudian melakukan perjalanan ke Asia jika larangan perjalanan agak longgar di sana pada saat nanti. Itu tergantung pada bagaimana situasi berkembang di seluruh dunia," tambah dia.

Sosok berkebangsaan Spanyol ini menyatakan, andai musim ini benar-benar mustahil digelar, maka ia dan jajarannya akan melakukan segala hal agar musim 2021 berjalan memuaskan.

"Saat ini juga merupakan prioritas bahwa kami membantu tim bertahan di musim 2020 secara finansial. Kami akan membayar uang kepada mereka setiap bulan, bahkan jika tidak ada satu balapan pun," kata dia.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement