Tuesday, 11 Muharram 1444 / 09 August 2022

MUI NTB Terbitkan Maklumat Terkait Sholat Jumat

Selasa 07 Apr 2020 22:25 WIB

Red: Muhammad Fakhruddin

Komisi Fatwa MUI

Komisi Fatwa MUI

Foto: Republika TV/Havid Al Vizki
Syaiful juga mengajak umat Islam melaksanakan

REPUBLIKA.CO.ID,MATARAM -- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Nusa Tenggara Barat (NTB) menerbitkan maklumat terkait dengan simpang siurnya wacana sholat Jumat diganti dengan salat Dzuhur di rumah masing-masing sesuai fatwa MUI Nomor 14 tahun 2020 yang bertujuan mencegah penyebaran virus Corona (Covid-19).

Ketua MUI NTB, Prof Syaiful Muslim menjelaskan wilayah kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan yang dinyatakan aman/rendah terpapar "Coronavirus disease" (Covid-19) oleh pihak berwenang tetap wajib melaksanakan sholat Jumat, dan sholat berjamaah lima waktu di masjid atau mushalla seperti biasa.

"Dasar hukum sholat Jumat sejak diberlakukan sholat Jumat oleh Nabi Muhammad SAW, sampai dengan kiamat, kecuali dalam hal-hal tertentu. Dan MUI telah mengeluarkan fatwa Nomor 14 tahun 2020 yang menjelaskan siapa saja yang boleh tidak shalat Jumat," katanya, Selasa (7/4).

Ia mengatakan umat Muslim boleh melaksanakan shalat Jumat karena ada wabah Covid-19 sesuai dengan yang dijelaskan dalam fatwa MUI tersebut. Oleh sebab itu, isi maklumat yang diterbitkan juga menjelaskan bahwa wilayah kabupaten/kota, kecamatan, desa/kelurahan yang tidak aman/tinggi terpapar Covid-19 oleh pihak yang berwenang (pemerintah), wajib mengerjakan sholat Dzuhur sebagai pengganti sholat Jumat, dan shalat-shalat serta kegiatan ibadah lainnya di rumah masing-masing.

"Itulah yang perlu kami jelaskan. Jadi yang pertama itu hukum sholat Jumat dalam kaitan daerah yang tidak terkena zona merah Covid-19. Yang tahu mana daerah zona merah atau tidak adalah mereka yang membidanginya dalam hal ini pemerintah, kalau MUI tidak tahu," ujarnya.

Dalam maklumat yang diterbitkan pada 6 April 2020 tersebut, MUI NTB juga mengimbau umat Muslim tidak perlu takut berlebihan. Tetapi setiap orang berkewajiban untuk ikhtiar menjaga kesehatannya dan berusaha menjauhi setiap kemungkinan terpapar dari penyakit.

Selain itu, bagi umat yang sudah terpapar virus Corona wajib mengisolasi diri. Baginya wajib sholat Dzuhur di rumah sebagai ganti shalat Jumat. Haram sholat Jumat di masjid baginya.

"Kepada pasien yang dinyatakan sembuh oleh pihak berwenang (pemerintah), masyarakat wajib menerima dan memperlakukan sebagai mana biasanya," ucap Syaiful.

Mantan kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama NTB itu juga mengajak umat muslim untuk taubat nasuha, perbanyak membaca Al Quran, berzikir dan membaca shalawat. Syaiful juga mengajak umat Islam melaksanakan "Qunut Nazilah" pada setiap sholat Jumat dan sholat lima waktu, serta menganjurkan untuk selalu menjaga wudhu.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA