Selasa 07 Apr 2020 21:51 WIB

6 Pasien Positif Covid-19 di Kalteng Dinyatakan Sembuh

Total ODP Covid-19 di Kalteng sebanyak 603 orang.

Total ODP Covid-19 di Kalteng sebanyak 603 orang.  Virus corona (ilustrasi).
Foto: www.freepik.com
Total ODP Covid-19 di Kalteng sebanyak 603 orang. Virus corona (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, PALANGKARAYA— Tim Gugus Tugas Covid-19 Provinsi Kalimantan Tengah merilis data terbaru pada Selasa (7/4) sore yang menyebutkan sudah ada enam pasien yang sembuh dari Covid-19.

"Secara akumulatif ada sebanyak 20 kasus positif Covid-19 di Kalteng, terdiri atas 14 pasien yang masih dalam perawatan dan enam orang dinyatakan sembuh," kata Ketua Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalteng Leonard S Ampung di Palangka Raya, Selasa (7/4).

Baca Juga

Dia mengucapkan selamat kepada para pasien yang sembuh dan berharap bisa menjadi inspirator bagi masyarakat bahwa Covid-19 bisa disembuhkan dan dilawan penyebarannya melalui kedisiplinan penerapan berbagai anjuran dari pemerintah.

Leo juga berpesan kepada masyarakat bahwa pasien yang dinyatakan sembuh dalam kondisi baik sehingga sudah seharusnya diterima dengan baik pula seperti sediakala tanpa perlu adanya kekhawatiran.

"Semoga hari-hari ke depan, semakin banyak kita mendapatkan kabar gembira seperti ini," jelas Leo yang kini menjabat sebagai Kepala Dinas Perumahan, Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kalteng tersebut.

Dia menyebut jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) di Kalteng sebanyak 45 orang dan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 603 orang.

Saat ini terjadi perluasan zona merah terkait Covid-19 di Kalteng, yakni Palangka Raya, Kotawaringin Barat, Kotawaringin Timur serta Barito Timur.

Adapun sebaran kasus positif tersebut yakni Palangka Raya 14 kasus dan enam di antaranya dinyatakan sembuh, Kotawaringin Barat dua kasus dan belum ada yang sembuh, Kotawaringin Timur 3 kasus dan belum ada yang sembuh, serta Barito Timur 1 kasus dan belum sembuh.

Lebih lanjut Leo mengimbau masyarakat tetap tinggal di rumah. Bagi siapa pun diharapkan sementara ini tidak melakukan perjalanan kemana pun, tak hanya pulang ke kampung halamannya, tetapi juga kota lainnya yang memiliki risiko besar terjadi penularan.

"Semuanya kami harapkan bisa lebih disiplin menerapkan pembatasan sosial, menerapkan pola hidup bersih dan sehat, serta kalau memang terpaksa keluar rumah agar menggunakan masker," katanya menjelaskan.

 

 

 

 

 

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement