Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Sunday, 15 Zulhijjah 1442 / 25 July 2021

Wahidin Minta Tangerang dan Tangsel Segera Ajukan PSBB

Selasa 07 Apr 2020 18:36 WIB

Rep: Alkhaledi Kurnialam/ Red: Teguh Firmansyah

Gubernur Banten H Wahidin Halim.

Gubernur Banten H Wahidin Halim.

Foto: Pemprov Banten
Pengajuan PSBB dinilai diperlukan melihat meningkatnya kasus Corona di daerah itu.

REPUBLIKA.CO.ID, SERANG -- Gubernur Banten Wahidin Halim mengharap dua daerah yang ada di wilayahnya, yakni Kota Tangerang dan Tangsel (Tangerang Selatan) agar segera mengajukan penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) kepada Pemerintah Pusat.

Penerapan PSBB disebutnya perlu dilakukan setelah melihat tren penyebaran wabah Covid-19 yang semakin meningkat khususnya di dua daerah tersebut.

"Setelah melihat perkembangan semakin meningkatnya penyebaran Covid-19, Bupati atau Wali Kota Tangerang dan Tangsel agar secepatnya membuat surat ke Presiden. Dalam hal ini Kementerian Kesehatan untuk dipertimbangkan perlunya PSBB untuk pembatasan," jelas Wahidin dalam video yang ia unggah di akun Instagram pribadinya, Selasa (7/4).

Wahidin juga mengharap Presiden hingga Pemerintah Kabupaten/Kota mendukung harapannya ini sebagai bentuk pencegahan pernyebaran wabah.

Baca Juga

"Dari Presiden kita harapkan dukungannya, kabupaten/kota juga harus menganggarkan berapa alokasi yang harus kita anggarkan untuk menangani Covid-19," ujarnya.

Menurutnya, Pemprov Banten akan mendukung langkah-langkah yang akan dilakukan pemerintah kota atau kabupaten yang ada di Provinsi Banten.

Dukungan pemprov disebutnya termasuk pembagian anggaran (sharing cost) dalam penanganan Covid-19 di Kota Tangerang dan Tangsel atau di enam daerah lain di Provinsi Banten.

"Pemprov memberikan dukungan sepenuhnya terhadap langkah-langkah yang diambil Bupati/Wali Kota termasuk siap sharing cost terhadap pengaman sosial masyarakat,"katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA