Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

Tuesday, 23 Zulqaidah 1441 / 14 July 2020

Senin, 11 PDP Covid-19 di Tangerang Selatan Meninggal

Selasa 07 Apr 2020 09:51 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadikan kawasan pertanian terpadu (KPT) Ciater, Serpong, Tangsel sebagai tempat penampungan orang dalam pengawasan (ODP) virus Corona, Sabtu (4/4). Kota Tangerang Selatan mencatat 11 PDP Covid-19 meninggal pada Senin.

Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menjadikan kawasan pertanian terpadu (KPT) Ciater, Serpong, Tangsel sebagai tempat penampungan orang dalam pengawasan (ODP) virus Corona, Sabtu (4/4). Kota Tangerang Selatan mencatat 11 PDP Covid-19 meninggal pada Senin.

Foto: Republika/Abdurrahman Rabbani
Kota Tangerang Selatan mencatat 11 PDP Covid-19 meninggal pada Senin.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Sebanyak 11 pasien dalam pengawasan (PDP) Covid-19 di Tangerang Selatan, Banten, meninggal per Senin (6/4). Total PDP yang meninggal kini menjadi 25 orang.

Sementara itu, warga yang meninggal karena positif Covid-19 ada satu kasus dari hari sebelumnya 10 kasus. Data dari Humas Kota Tangsel menyebut, total warga meninggal terkait virus corona menjadi 36 kasus.

Data tersebut juga menunjukkan, ada 434 warga yang masuk dalam orang dalam pemantauan (ODP) dan 160 orang PDP. Belum ada penambahan jumlah warga yang sembuh, yakni masih 18 orang.

Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany dalam keterangannya menuturkan peran warga untuk disiplin menjaga jarak fisik (physical distancing) sangat penting, termasuk juga penerapan hidup pola bersih di dalam keluarga. Hal ini ditujukan keselamatan dan keamanan semuanya.

Airin juga telah menyampaikan mengenai perpanjangan masa tanggap darurat bencana wabah Covid-19 hingga tanggal 29 Mei 2020, sesuai dengan keputusan pemerintah melalui Badan Nasional Penanggungan Bencana (BNPB). Ia menyebut, merebaknya virus corona di Kota Tangerang Selatan terjadi karena kesadaran masyarakat dalam menjalankan imbauan pemerintah masih rendah, sebut saja, soal adanya warga yang berkumpul di rumah makan.

"Kasus ini terus meningkat setiap waktu karena kesadaran kita belum tinggi. Kami imbau agar masyarakat disiplin untuk kesehatan kita semua," ujarnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA