Ahad 05 Apr 2020 19:13 WIB

Dedie Terima Bantuan APD dari DPRD Kota Bogor

Kebutuhan masker di RSUD Kota Bogor sekitar 120 buah per hari.

Rep: Antara/ Red: Erik Purnama Putra
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (kiri).
Foto: Republika/Nugroho Habibi
Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- DPRD Kota Bogor, Jawa Barat memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) berupa masker sekali pakai, sarung tangan karet, kaca mata pelindung, baju, dan pencuci tangan, kepada Tim Crisis Center Covid-19 Kota Bogor, untuk penanganan pandemi corona.

Menurut Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, mengatakan, bantuan dari legislator disampaikan sejumlah anggota DPRD Kota Bogor, di Posko Criris Center Covid-19 Kota Bogor, di Rumah Dinas Wali Kota Bogor. Anggota DPRD Kota Bogor yang menyampaikan bantuan, terdiri Devie Prihatini Sultani (Partai Nasdem), Anita Primasari Mongan (Partai Demorat), Sri Kusnaeni (PKS), dan Muas HD (PKS).

Bantuan yang disalurkan berupa, masker satu kali pakai 500 buah, sarung tangan karet 3.000 buah, kaca mata pelindung 80 buah, baju APD 110 unit, dan pencuci tangan 12 liter. Bantuan diterima oleh Dedie, katanya melalui telepon seluler di Kota Bogor, Ahad (5/4). Menurut Dedie A Rachim, bantuan disalurkan ke tempat yang tepat untuk dimanfaatkan.

Dia mencontohkan, bantuan masker, baju APD, dan pencuci tangan disalurkan ke rumah sakit, untuk tenaga medis yang menangani pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien positif Covid-19. Menurut Dedie, kebutuhan masker di RSUD Kota Bogor sekitar 120 buah per hari, sehingga dalam sebulan dibutuhkan sekitar 3.500 buah.

Perusahaan swasta Adira Finance juga menyampaikan bantuan kepada Tim Crisis Center Covid-19 Kota Bogor, berupa uang tunai Rp 50 juta, masker, pencuci tangan, satu unit tempat sampah stainless steel, satu unit tempat sampah plastik, dan satu unit tempat pendorong sampah.

Bantuan dari Adira Finance yang disampaikan oleh Cluster Head Adira Finance Kota Bogor Teddy Arif diterima oleh Dedie. "Bantuan yang kami berikan ini adalah salah satu bentuk empati kami," kata Teddy.

General Manager Yamaha Prima Utama, Refa Wisha Satrio menambahkan, bantuan ini menjadi gerakan positif yang patut diikuti oleh korporasi lainnya, terutama yang berada di Kota Bogor. "Penanganan Covid-19 ini harus dihadapi bersama" kata Refa.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement