Tingkatkan Ibadah di Bulan Sya'ban

Rep: Zahrotul Oktaviani/ Red: A.Syalaby

 Ahad 05 Apr 2020 11:18 WIB

Ribuan umat Islam memadati halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin untuk melaksanakan malam peribadatan Nisfu Syaban menjelang datangnya bulan Ramadhan 1432 H yang dipimpin KH Ahmad Bakeri, Sabtu (16/7). Usai melaksanakan peribadatan malam Nisfu S Foto: ANTARA/Herry Murdy Hermawan Ribuan umat Islam memadati halaman Masjid Raya Sabilal Muhtadin Banjarmasin untuk melaksanakan malam peribadatan Nisfu Syaban menjelang datangnya bulan Ramadhan 1432 H yang dipimpin KH Ahmad Bakeri, Sabtu (16/7). Usai melaksanakan peribadatan malam Nisfu S

Semua ibadah Ramadhan sudah mulai dilakukan Nabi sebulan sebelumnya

REPUBLIKA.CO.ID, Sebelum Ramadhan, kaum Muslimin menyiapkan diri pada bulan Sya'ban. Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, KH Cholil Nafis, menyebut bulan Sya'ban merupakan tanda di mana kita akan menyongsong bulan Ramadhan.

Nabi SAW pernah berdoa, "Allahumma barik lana fî rajaba wa sya'bana waballighna Ramadhana." Ayat ini memiliki arti, "Duhai Allah, berkahilah kami pada bulan Rajab dan bulan Sya'ban dan pertemukanlah kami dengan bulan Ramadhan."

"Nabi sudah menyiapkan dan memperbanyak latihan dengan melakukan banyak ibadah. Ibadah-ibadah ini yang nantinya akan dilakukan pada bulan Ramadhan. Jadi, mulai membiasakan shalat malam, pua sa, dan zikir," ujar KH Cholil Nafis kepada Republika.

Menurut dia, Nabi tidak melaku kan ibadah khusus pada bulan Sya'ban. Namun, semua ibadah yang akan dilakukan pada bulan Rama dhan sudah mulai dilakukan Nabi satu bulan sebelumnya. Peningkatan ibadah ini dilakukan agar saat masuk bulan Ramadhan sudah dengan hati yang lebih bersih dan niat yang lebih mantap.

Kiai Cholil juga menyebut dari pengetahuannya, tidak ada yang istimewa dari bulan Syaban ini. Namun, pada bulan ini memang ada Nisfu Sya'ban. Malam di mana catatan amalan-amalan setiap manusia akan diangkat dan dilaporkan kepada Allah SWT. Pada malam itu juga, setiap amalan yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya.

Malam Nisfu Sya'ban terjadi pa da 15 Sya'ban. Ini merupakan malam yang mulia dan tepat untuk memperbanyak ibadah. "Nisfu Sya'ban sen diri berarti pengingat bahwa setengah bulan lagi kita akan memasuki bulan suci Ramadhan," ujarnya.

Menyiapkan fisik dan spiritual Ketua Asosiasi Ilmu Alquran dan Tafsir se-Indonesia (AIAT), Dr Sahiron Syamsuddin, menyebut fisik dan spiritual umat perlu dipersiapkan da lam memasuki bulan suci ini. Kesiapan fisik berarti meyakinkan jika kondisinya siap dan kuat untuk berpuasa sembari tetap menjalankan aktivitas seperti biasa. Dari sisi spiritual, harus dibangun keteguhan hati dan niat nya.

"Ini kan mau memasuki bulan suci bagi umat Islam di mana setiap kebaikan pahalanya akan ditingkatkan. Begitu pula jika kita melakukan perbuatan yang tidak baik, dosanya berlipat," ujarnya.

sumber : Dialog Jumat
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini

Berita Lainnya

Play Podcast X