Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Friday, 25 Ramadhan 1442 / 07 May 2021

Arab Saudi Karantina Tujuh Distrik di Jeddah

Ahad 05 Apr 2020 06:43 WIB

Rep: Mabruroh/ Red: Christiyaningsih

Suasana jam malam di Jeddah. Arab Saudi terapkan karantina di tujuh distrik di Jeddah mulai Sabtu (4/4).

Suasana jam malam di Jeddah. Arab Saudi terapkan karantina di tujuh distrik di Jeddah mulai Sabtu (4/4).

Foto: Saudigazette
Arab Saudi terapkan karantina di tujuh distrik di Jeddah mulai Sabtu (4/4)

REPUBLIKA.CO.ID, JEDDAH -- Kementerian Dalam Negeri Saudi telah menerapkan karantina wilayah dan larangan keluar-masuk 24 jam penuh di tujuh Distrik di Jeddah mulai Sabtu (4/4). Karantina wilayah ini diberlakukan sebagai langkah tambahan untuk memerangi penyebaran virus corona di Saudi.

Dilansir Arabnews, tujuh distrik di Jeddah ini meliputi Kilo 14 Selatan, Kilo 14 Utara, Al-Mahjar, Ghulail, Al-Qurayyat, Kilo 13, dan Petromin. Penduduk di tujuh distrik tersebut hanya boleh keluar rumah dengan dua pengecualian yakni untuk keperluan kesehatan dan kebutuhan makanan dari pukul 06.00 sampai 03.00 waktu Arab Saudi.

King Abdulaziz City untuk Sains dan Teknologi (KACST) telah membuka aplikasi terbuka untuk program hibah penelitian untuk mendukung upaya ilmiah kerajaan dalam menanggulangi virus corona. Program ini merupakan cara untuk mendukung penelitian terhadap virus corona. Program tersebut dibentuk untuk memberikan dukungan kepada lembaga dalam mengembangkan mekanisme deteksi dan pemantauan secara akurat, cepat, dan ekonomis.

Direktur Eksekutif untuk Lembaga Penelitian Sains dan Lingkungan Hidup di KACST, Abdul Aziz Al-Malik, mengatakan akan memberikan dukungan berupa dana langsung kepada para ilmuwan di pusat-pusat penelitian dan universitas di seluruh negeri. "Program ini akan fokus pada pengembangan tes diagnostik dan serologis untuk virus dan mendukung survei epidemiologi, sistem kecerdasan buatan, dan pengawasan genetik aktif untuk virus baru," kata Al-Malik dilansir Arabnews, Ahad (5/4).

"KACST juga akan memberikan penerima hibah untuk menggunakan laboratoriumnya di seluruh negara kapan pun mereka membutuhkannya," terang Al-Malik.

Menurutnya, siapapun yang tertarik dalam penelitian terkait Covid-19 bisa mengirimkan proposal mereka di portal https://covid19.kacst.edu.sa/grants/. Periode pengiriman proposal penelitian hanya dibuka mulai 4 April 2020 hingga 20 April 2020. Pemenang akan diumumkan sepuluh hari setelah batas waktu. Inisiatif ini diluncurkan dalam kemitraan dengan Kementerian Kesehatan, Dewan Kesehatan Saudi, dan Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Saudi.

Kementerian Kesehatan Saudi telah mengumumkan jumlah pasien terinfeksi Covid-19 sebanyak 2.179. Sedangkan mereka yang telah dinyatakan pulih sebanyak 420 dan mereka yang meninggal 29 orang.

Juru bicara Kementerian Kesehatan Dr. Mohammed Al-Abd Al-Aly mengatakan, jenazah pasien Covid-19 tetap dimandikan dan dikafani sebagaimana tradisi Islam. Penanganan jenazah dilakukan oleh praktisi kesehatan terlatih dan di bawah pengawasan Kementerian untuk memastikan keamanan semua orang.

"Martabat mereka dijaga sejak mereka meninggal hingga penguburan. Setelah menyelesaikan semua prosedur ini (mandi dan berjemur) di bawah pengawasan kami, jasad tidak lagi membawa infeksi," terangnya. Kementerian menyarankan supaya masyarakat hanya mempercayai informasi dari sumber-sumber resmi dan telah mendedikasikan halaman web untuk pembaruan tentang jumlah penyakit di Kerajaan (covid19.moh.gov.sa).

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA