Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Thursday, 24 Ramadhan 1442 / 06 May 2021

Pemkot Bogor Usulkan 15 Rumah Sakit Jadi Rujukan Covid-19

Sabtu 04 Apr 2020 23:17 WIB

Rep: Nugroho Habibi / Red: Bayu Hermawan

Virus corona (ilustrasi).

Virus corona (ilustrasi).

Foto: www.freepik.com
Pemkot Bogor usulkan 15 rumah sakit jadi RS rujukan Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR -- Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus mempersiapkan fasilitas kesehatan untuk menghadapi pandemi virus corona (Covid-19). Setidaknya, Pemkot Kota Bogor ingin mengusulkan 15 rumah sakit untuk jadi rujukan penganan Covid-19.

Adapun 15 RS tersebut, yakni RSUD Kota Bogor, RS Siloam, BHS, RS Salak, RS Hermina, RS PMI, RS Azra, RS BMC, RSU Islam, RS Juliana, RS Medika Dramaga, RS Melania, RS Mulia, RS Ummi dan RS Vania. Namun dari 15 RS yang diajukan, hanya tiga rumah sakit yang dapat menjadi rujukan.

"Dari 15 RS yang sudah melaksanakan fungsi penanganan Covid-19 hanya RSUD, RS Siloam dan BSH," kata Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dalam pesannya usai menggelar rapat koordinasi melalui teleconference, Sabtu (4/4).

Baca Juga

Dedie mengungkapkan sejumlah persolan untuk menjadikan RS sebagai rujukan penyakit infeksi emerging tertentu (Covid-19). Secara teknis, Dedie mengatakan, masih terdapat ketidaksiapan diantaranya, tidak memiliki ruang isolasi kompresi negatif, masih minimnya alat kesehatan hingga minimnya dokter spesialis.

Dedie mengungkapkan akan segera menyiapkan langkah-langkah untuk mengatasi permalasahan tersebut. Salah satunya, yakni memperbanyak daya tampung pasien Covid-19 di RSUD Kota Bogor.

"Daya tampung pasien Covid-19 di RSUD akan diperbanyak dari yang saat ini sekitar 32 bed menjadi 70 bed," kata Dedie.

Selain itu, Dedie mengatakan, RSUD juga bekerjasama dengan RS Graha Medika untuk menjadikan rumah sakit yang dikhususkan menampung orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) ringan berdaya tampung 55 bed. Nantinya, RS Graha Medika juga akan disiapkan tempat untuk sarana penginapan tenaga medis.

"Gugus Tugas Covid-19, BPKD, Dinkes, RSUD sedang menyiapkan langkah-langkah administrasi perizinan RS sementara dalam kondisi darurat serta sarana, prasarana, kelengkapan sumber daya untuk pengoperasionalisasinya dalam waktu 1 bulan kedepan," kata Dedie.

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA