Tuesday, 12 Jumadil Awwal 1444 / 06 December 2022

Lapas Wanita di Palembang Bebaskan 48 Napi

Jumat 03 Apr 2020 23:06 WIB

Red: Muhammad Akbar

Pelatihan napi wanita di rumah tahanan

Pelatihan napi wanita di rumah tahanan

Foto: Yasayan Cinderella
pembebasan warga binaan tersebut dilakukan melalui program integrasi atau pembebasan

REPUBLIKA.CO.ID, PALEMBANG — Lembaga pemasyarakatan (Lapas) Wanita Kelas II A Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel) membebaskan 48 warga binaan untuk mengurangi kepadatan penghuni lapas sebagai antisipasi penyebaran Covid-19 sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly.

Kepala Lapas Wanita Kelas II A Palembang Tri Anna Aryati, di Palembang, Jumat (3/4), mengatakan pembebasan warga binaan tersebut dilakukan melalui program integrasi atau pembebasan bersyarat, cuti bersyarat, dan cuti menjelang bebas.

Pembebasan warga binaan yang melakukan berbagai kasus pelanggaran hukum itu, dilakukan dalam dua tahap yakni tahap pertama dilakukan pembebasan 11 orang pada 1 April 2020. Kemudian, pihaknya kembali melakukan pembebasan bersyarat kepada 37 narapidana wanita pada 2 April 2020.

Dia menjelaskan, pembebasan warga binaan tersebut sesuai dengan Keputusan Menteri Hukum dan HAM Nomor: M.HH-19.PK.01.04.04 Tahun 2020 untuk mencegah penularan Virus Corona yang lebih masif di wilayah lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan negara yang sekarang ini kondisinya sebagian besar melebihi kapasitas daya tampung (over capacity).

Keputusan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly tersebut berlaku mulai akhir Maret 2020 dan dijalankan sekurangnya dalam masa tujuh hari ke depan.

Melihat masih ada waktu untuk melakukan program integrasi itu, jumlah warga binaan lapas wanita yang akan dibebaskan kemungkinan akan bertambah, karena masih ada puluhan lagi narapidana wanita yang menunggu proses persetujuan program pembebasan bersyarat itu, kata Tri Anna lagi.

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA