Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Sunday, 12 Safar 1443 / 19 September 2021

Keutamaan Menikah Menurut Pengarang Kitab Qurratu Al-Uyun

Jumat 03 Apr 2020 17:17 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Keutamaan menikah menurut Islam sangatlah besar. Menikah.   (ilustrasi)

Keutamaan menikah menurut Islam sangatlah besar. Menikah. (ilustrasi)

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Keutamaan menikah menurut Islam sangatlah besar.

REPUBLIKA.CO.ID, Pernikahan bertujuan untuk membentuk sebuah keluarga yang sakinah (damai), mawaddah (bahagia), dan rahmah (kasih sayang).

''Dan di antara tanda-tanda kekuasaan Allah ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikannya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.'' (Ar-Rum: 21).

Baca Juga

Mengutip Kitab Qurratu al-‘Uyun, karya Syekh Muhammad at-Tahami Ibnu Madani, ada keutamaan dalam membina rumah tangga melalui pernikahan, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai hadits Rasulullah SAW.

Mu'adz bin Jabal RA pernah berkata, ''Sholat yang dikerjakan oleh orang yang sudah menikah itu lebih utama dari pada 40 kali sholat yang dikerjakan orang yang tidak berumah tangga.''

Abdullah bin Abbas RA berkata: ''Kawinlah kalian karena sesungguhnya (ibadah) sehari saja dikerjakan orang yang berumah tangga adalah lebih baik (banyak pahalanya) dari pada (ibadah) seribu tahun (sebelum berumah tangga).''

Dalam hadits lain ditegaskan, ''Keutamaan seseorang yang berkeluarga atas seseorang yang membujang laksana keutamaan orang yang berjihad dengan orang yang tidak berjihad.'' 

Dalam sebuah haditsnya, Rasulullah SAW bersabda: ''Nikahilah seorang wanita karena empat hal; hartanya, status sosialnya, kecantikannya, dan kuat agamanya. Dan hendaklah engkau memilih perempuan yang kuat agamanya agar engkau beruntung.''

Para ulama sepakat, alasan Rasulullah SAW menempatkan pilihan pada wanita yang kuat agamanya, karena hal itu akan mampu menjaga dirinya dari perbuatan dosa dan maksiat.

''Barangsiapa menikahi seorang perempuan karena kemuliaan status sosialnya, maka Allah akan menambahkan kehinaan baginya; barangsiapa yang menikahi perempuan karena hartanya, maka Allah akan menambahkan kefakiran baginya; barangsiapa yang menikahi perempuan karena kecantikannya, maka Allah akan merendahkannya; dan barangsiapa yang menikahi perempuan demi menjaga pandangannya, melindungi kemaluannya, dan menyambungkan silaturahim dan kasih sayang, Allah akan melimpahkan berkah kepadanya dan perempuan tersebut. Dan sebenarnya, seorang perempuan yang buruk rupa lagi hitam kulitnya, tapi saleh adalah lebih baik.''

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW berkata: ''Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan (kenikmatan) adalah istri yang saleh.''

Satu hal lagi dalam memilih perempuan, sebagaimana diterangkan penulis Kitab Qurratu al-‘Uyun adalah memilih perempuan yang produktif (subur) dalam melahirkan anak. Sebab, dengan banyaknya anak dan keturunan, hal itu akan membanggakan diri Rasulullah SAW di akhirat kelak, ketika berjumpa dengan para Nabi-nabi Allah.

Rasulullah SAW bersabda: ''Menikahlah kalian dengan perempuan-perempuan yang penuh cinta dan subur. Karena sesungguhnya aku akan membanggakan kalian di hadapan para Nabi dengan jumlah kalian yang banyak di Hari Kiamat.''

 

 

 

sumber : Harian Republika
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA