Kamis 02 Apr 2020 18:09 WIB

Pemda DIY Siapkan Tempat Karantina Bagi Tenaga Medis

Tempat karantina itu juga bisa digunakan untuk karantina ODP jika diperlukan.

Rep: Silvy Dian Setiawan/ Red: Yusuf Assidiq
Sri Sultan Hamengku Buwono X.
Foto: Neni Ridarineni.
Sri Sultan Hamengku Buwono X.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Pemerintah Daerah (Pemda) DIY telah menyiapkan dua tempat untuk karantina yang rencananya digunakan oleh tanaga medis yang menangani pasien Covid-19. Dua tempat tersebut yakni PPSDM Kemendagri Regional Yogyakarta dan Wisma Haji.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mengatakan, pihak hotel juga sudah ada yang menawarkan untuk dijadikan sebagai tempat karantina. Namun, hal ini masih perlu dibahas lebih lanjut karena harus melihat perkembangan kasus Covid-19 di DIY.

"Teman-teman yang punya hotel juga berkomunikasi. Daripada hotel ditutup, kan bisa juga itu digunakan untuk tinggal karantina. Kita masih punya cadangan kalau nanti ada lonjakan," kata Sultan, di Kompleks Kepatihan, Yogyakarta, Kamis (2/4).

Sekretaris Daerah (Sekda) DIY, Kadarmanta Baskara Aji mengatakan, dua tempat karantina yang sudah disiapkan tersebut sudah memenuhi persyaratan sebagai tempat karantina.

Dalam artian, sudah ada dapur, higienis, dan menerapkan physical distancing atau jarak fisik. "Kapasitas di Diklat Kemedagri ada 150 kamar dan Wisma Haji ada 300 kamar," ujar Aji.

Kedua tempat karantina ini rencananya digunakan untuk tenaga medis yang menangani pasien Covid-19 di DIY. Namun, juga bisa digunakan untuk karantina Orang Dalam Pemantauan (ODP) jika nantinya diperlukan.

"Sekarang sudah kita siapkan sambil melihat perkembangan. Salah satu di antaranya itu dipakai khusus para tenaga medis yang saat ini nanti siapa yang kita perlukan untuk dikarantina. Tapi yang sekarang kita lakukan adalah ODP masih kita minta untuk isolasi diri di rumah," ujarnya.

Terkait hotel yang juga dijadikan sebagai tempat karantina, hal tersebut masih belum diputuskan. Walaupun sudah ada pihak hotel yang menawarkan, namun pihaknya masih melihat perkembangan untuk dijadikan sebagai tempat karantina.

"Beberapa teman sudah menawarkan dan belum saya tindak lanjuti, kita melihat perkembangannya. Saya kira saya tidak usah sebutkan dulu karena banyak yang menawarkan. Kalau yang sudah kita tindak lanjuti dua itu yang sudah kita siapkan karena memenuhi persyaratan," kata Aji.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement