Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

IDI Sarankan Lahan Makam Khusus Covid-19

Kamis 02 Apr 2020 17:58 WIB

Red: Indira Rezkisari

Sejumlah petugas merapikan peti khusus jenazah COVID-19 di rumah duka Dharma Agung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2020). Menurut petugas rumah duka peti tersebut diberikan secara gratis untuk korban dan untuk mencegah penyebaran  virus COVID-19

Sejumlah petugas merapikan peti khusus jenazah COVID-19 di rumah duka Dharma Agung, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (1/4/2020). Menurut petugas rumah duka peti tersebut diberikan secara gratis untuk korban dan untuk mencegah penyebaran virus COVID-19

Foto: Antara/Fakhri Hermansyah
Tersedianya lahan pemakaman khusus Covid-19 bisa hindari polemik di masyarakat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengurus Besar (PB) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) mengusulkan pemerintah untuk menyediakan lahan pemakaman khusus bagi jenazah pasien Covid-19. Lahan khusus bertujuan agar tidak menimbulkan permasalahan di tengah masyarakat.

"Memang akan lebih mudah seperti itu. Dalam artian tidak mengganggu atau menimbulkan polemik di masyarakat," kata Wakil Ketua Umum PB IDI Mohammad Adib Khumaidi saat dihubungi di Jakarta, Kamis (2/4).

Mekanisme tersebut, kata dia, telah diterapkan di luar negeri dengan menyediakan pemakaman khusus jenazah pasien Covid-19. Oleh sebab itu, Indonesia sebaiknya menerapkan hal yang sama pula.

Adib menyakini dengan cara tersebut maka tidak akan ada lagi penolakan-penolakan pemakaman jenazah korban Covid-19 di Tanah Air sebagaimana yang terjadi di beberapa daerah. Penolakan yang terjadi di sejumlah daerah itu, katanya, salah satunya disebabkan masyarakat merasa takut dan khawatir tertular virus tersebut. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah bijak agar tidak ada gejolak sosial.

"Maka salah satu solusi yang bisa dilakukan ialah menyiapkan pemakaman khusus," ujar dia.

Terakhir ia mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir, apalagi melakukan penolakan. Sebab proses penanganan sejak seseorang dinyatakan positif hingga meninggal dunia mengacu pada protokol yang jelas dan ditentukan oleh Kementerian Kesehatan.

Terpisah, Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia Din Syamsuddin meminta masyarakat agar tidak menolak pemakaman jenazah pasien Covid-19. Mereka disebutnya meninggal bukan karena azab.

"Jangan lihat jenazah penderita Covid-19 karena azab. Penyakit ini bukan aib yang bisa mengenai siapa saja, setiap lapisan masyarakat," kata Din.

Dia mengingatkan bagi umat Islam mengurus jenazah adalah fardhu kifayah atau kewajiban kolektif. Jika tidak ada satupun yang mengurus mayat maka berdosa seluruhnya. Jika salah satu dari anggota masyarakat ada yang mengurus jenazah, maka semua mendapat pahala.




sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA