Kamis 02 Apr 2020 15:38 WIB

Penuhi Kebutuhan Masker, Melati Erzaldi Gandeng IKM Babel

Pada tahap awal akan diproduksi sebanyak 5.000 masker.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Prov. Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ibu Melati Erzaldi gerakkan Industri Kecil Menengah (IKM) Kepulauan Babel untuk produksi masker secara masal.
Foto: Pemprov Bangka Belitung
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Prov. Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Ibu Melati Erzaldi gerakkan Industri Kecil Menengah (IKM) Kepulauan Babel untuk produksi masker secara masal.

REPUBLIKA.CO.ID, PANGKALPINANG -- Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Prov. Kepulauan Bangka Belitung (Babel), Melati Erzaldi gerakkan Industri Kecil Menengah (IKM) Kepulauan Babel untuk produksi masker secara masal. Ini dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan penggunaan masker masyarakat Bangka Belitung.

Merebaknya penyebaran Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) tidak terkecuali bagi Provinis Kep. Babel yang dalam satu minggu terakhir diidentifikasi melalui hasil tes bahwa terdapat pasien positif mengidap Covid-19. Anjuran penggunaan masker semakin banyak sedangkan belakangan keluhan masyarakat Babel tentang kesulitan mendapatkan masker yang diterima langsung oleh Melati Erzaldi.

Baca Juga

Dilihat dan dipelajari dari video viral yang berasal dari Republik Ceko bahwa pemakaian masker mampu secara signifikan menurunkan angka penyebaran Covid-19. Hal ini membuat Ibu Melati Erzaldi tergerak untuk segera menggerakan produksi masker di Bangka Belitung oleh IKM Babel yang dirasa dalam kondisi ini sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Menurut riset, masker kainpun bisa secara efektif mengurangi penyebaran Covid-19. Diharapkan juga ini akan menjawab kebutuhan masker di Babel hingga benar-benar tercukupi.

“Masker kainpun bisa secara efektif menekan penularan Covid-19. Langkanya masker di pasaran ini, membuat saya perlu untuk mendorong IKM dalam hal ini pelaku batik di Babel untuk membuat masker dari bahan batik Babel,” ungkapnya.

Pada tahap awal, Melati Erzaldi akan memulai bersama tim untuk memproduksi sebanyak 5.000 masker. Masker akan dibuat secara masal oleh IKM-IKM dengan hasil jahitan masyarakat lokal.  Diakui Melati Erzaldi bahwa dirinya mendorong produksi masker ini agar memanfaatkan bahan batik dari sisa kain, juga mengombinasikan dengan bahan masker juga mendorong mereka tetap beraktivitas produksi.

Lebih lanjut dijelaskan Melati Erzaldi, masker yang dibuat ini akan dibagikan kepada masyarakat yang terlihat belum memakai masker. Direncanakan masker dibagikan di titik-titik keramaian seperti pasar hingga bandara.

Skema yang akan diberlakukan adalah masker akan dibagikan secara gratis kepada masyarakat yang tidak mampu untuk membeli dan pembagian akan dilakukan secara berkala untuk dibagikan di pusat keramaian. Khusus di bandara, masyarakat tetap diwajibkan untuk membeli.

Berdasarkan saran, masker kain harus dicuci dan diganti setiap harinya. Melati Erzaldi memutuskan untuk masker dijual dengan sistem paket berisi 3 buah masker kain yang diberi harga 15 ribu rupiah. “Tidak ada pengambilan keuntungan dari penjualan masker tetapi hanya perlu untuk mengganti biaya produksi," ungkapnya.

Akan dievaluasi angka penularan Covid-19

“Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Ketua Dekranasda Kota Pangkalpinang, Monica atas aksi bagi-bagi masker beberapa waktu lalu bersama tim,” ungkapnya.

Pemakaian masker sangat penting untuk masyarakat ketika seseorang terpaksa harus keluar rumah. ‘Ketika kita memakai masker, saya melindungi kamu dan kamu melindungi saya’

Tagline ini membuat Melati Erzaldi ingin gerakan ini dilaksanakan dengan cepat dan tepat waktu untuk masyarakat Babel dapat menggunakan masker sepanjang hari. Masker yang diproduksi IKM juga telah dilihat dan disurvei bahan-bahan yang akan digunakan. Selain itu telah diuji juga kerapatan bahannya.

Melalui gerakan produksi masal masker ini, Melati Erzaldi ingin secara teknis dievaluasi, apakah terjadi penurunan angka keluhan dengan gejala infeksi Covid-19 atau dengan kata lain, angka Pasien Dalam Pengawasan (PDP) tidak bertambah. “Akan ada tim khusus untuk evaluasi angka PDP ini,” ungkapnya.

Dijelaskan Melati Erzaldi, selanjutnya gerakan ini akan bekerja sama dengan Yayasan Aksi Baik Babel (ABB) untuk donasi terbuka dan kontinuitas gerakan.  “Saya juga mengajak semua Ketua Dekranasda sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Provinsi Kepulauan Bangka Belitung untuk bergerak bersama melakukan aksi nyata dalam upaya penekanan penyebaran virus Covid 19 dengan tetap memperhatikan protokol keselamatan dalam penularan Covid-19,” ungkapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement