Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Wednesday, 15 Safar 1443 / 22 September 2021

Obat Klorokuin untuk Odapus Kian Langka

Kamis 02 Apr 2020 08:14 WIB

Rep: Desy Susilawati/ Red: Nora Azizah

Klorokuin kini digunakan untuk pasien Covid-19 (Foto: ilustrasi klorokuin)

Klorokuin kini digunakan untuk pasien Covid-19 (Foto: ilustrasi klorokuin)

Foto: EPA
Klorokuin kini digunakan untuk pasien Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Orang dengan Lupus (Odapus) di Inggris, dilaporkan mengeluhkan sulitnya mencari obat jenis chloroquine atau klorokuin. Pasalnya, obat tersebut saat ini digunakan untuk mengobati pasien Covid-19. 

Padahal Odapus sangat membutuhkan obat ini. Klorokuin sejak dulu menjadi obat penting bagi Odapus untuk mengontrol keluhan penyakitnya, seperti mengobati radang hingga menekan inflamasi. Bila tidak dikonsumsi, penyakit akan kambuh.

Baca Juga

Dekan FKUI, Prof Dr dr Ari Fahrial Syam, SpPD KGEH, MMB, mengatakan, klorokuin memang digunakan untuk Odapus, termasuk Odapus di Indonesia. Saat ini, obat yang sering dipakai adalah jenis hidroksi klorokuin. Obat ini merupakan turunan dari klorokuin dengan efek samping lebih rendah.

Ari menjelaskan, umumnya Odapus di Indonesia saat ini memakai jenis klorokuin generasi sebelumnya, yakni Planequil. Pasalnya, jenis hidroksi klorokuin memang cukup mahal. Obat ini diproduksi Kimia Farma dalam bentuk tablet 150 mg dan 250 mg.

"Masalahnya ini obat dari luar juga. Plaquenil ini sudah mulai kosong di luar. Di Indonesia kalau mereka mengambilnya dari luar sudah ada keluhan, sudah mulai susah," ungkap Ari kepada republika.co.id, belum lama ini.

Ari mengungkapkan, Planequil memang digunakan juga untuk pengobatan Covid-19. Terlebih, di Amerika Serikat (AS), sudah puluhan ribu orang yang terinfeksi. Meski ada penggantinya, lanjut Ari, fungsinya tidak sama dengan klorokuin. 

"Ini menjadi PR juga sekarang karena Kimia Farma bisa produksi dan perusahaan obat lain, kita minta meningkatkan produksinya karena kebutuhan kloroquin meningkat sekarang karena ada kebutuhan untuk virus itu," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA