Sejarah Kemegahan Masjid Dian Al-Mahri

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

 Selasa 31 Mar 2020 09:54 WIB

Sejumlah wisatawan saat mengunjungi Masjid Dian Al Mahri atau Masjid Kubah Emas di Depok, Jawa Barat, Jumat (7/6). Foto:

Bahan pembangunan masjid hampir sebagian besar didatangkan dari luar negeri.

Sejak berdiri, masjid ini juga aktif diisi oleh kegiatan harian yang bisa diikuti masyarakat umum. Misalnya, pada Sabtu dan Ahad puku 11.00 sampai sebelum azan zhuhur akan diisi kajian atau ceramah umum.“Penceramahnya ganti-ganti dalam satu bulan,” kata Karno.

Selain kajian rutin, kegiatan rutin di Masjid Dian Al-Mahri adalah pengajian kitab Maroqil Al-Ubudiyaj yang diisi langsung oleh KH. Muhammad Junaidi. Pengajian kitab ini sudah dimulai sejak 2012 dan dilakukan setiap Selasa malam Rabu pada pekan kedua dan Selasa malam Rabu pada pekan keempat.

“Sebulan dua kali. Dan setiap dua bulan sekali kita adakan zikir akbar Hizib Hirzul Jausyan dan kadang-kadang diselingi Qosidah Burdah,” kata Karno

Masjid Dian Al-Mahri juga melakukan kegiatan rutin Isra Mi’raj, Maulid Nabi, Nuzulul Quran. Kemudian setiap menjelang Ramadhan, Masjid Dian Al-Mahri juga mengadakan shalat sunnah tarawih sebanyak 20 raka’at ditambah tiga rakaat solat witir. Kemudian setiap malam 17 Ramadhan akan mengadakan malam Nuzulul Qur’an dan di malam 10 hari terakhir di bulan Ramadhan diadakan iktikaf bersama.

“Iktikaf dimulai dari pukul 02.00. Sebelum shalat jamaah kita adakan muhasabah atau ceramah umum diteruskan dengan solat malam berjamaah dan dilanjutkan dengan makan sahur bersama. Untuk konsumsi makan sahur sudah disiapkan dari masjid,” ujarnya.

Jamaah biasanya meramaikan masjid di 10 hari pertama Ramadhan dan 10 hari terakhir Ramadhan atau saat iktikaf. Bahkan kata dia, jamaah yang datang bisa mencapai 700 sampai 1.000 orang.

photo
Sejumlah wisatawan saat mengunjungi Masjid Dian Al Mahri atau Masjid Kubah Emas di Depok, Jawa Barat. - (Republika/Putra M. Akbar)
“Dari malam sampai selesai shalat subuh. Mereka ada yang lanjut iktikaf di sini sampai siang, sampai ketemu tarawih lagi tapi yang kerja biasanya pulang lalu malam balik lagi,” kata Karno.

Sedangkan pada malam Nuzulul Qur’an, biasanya kegiatan dimulai usai shalat subuh dengan ‘semaan’. Semaan merupakan tradisi membaca dan mendengarkan pembacaan Alquran 30 juz.

“Semaan Alquran juz 1-30 tapi juz amma (juz 30) yang beberapa surat nanti dilanjut bacaannya saat solat tarawih,” ujarnya.

Setelah itu, khusus di malam Nuzulul Quran, selepas shalat tarawih dilanjutkan dengan zikir Qosidah Burdah atau Hizib Jausyan dan ceramah agama. Setelah itu, semua jamaah akan dipersilakan untuk makan bersama-sama.

Karno menambahkan, Imam shalat tarawih setiap harinya akan membacakan satu juz Al-qur’an. Sehingga selama satu bulan Ramadhan mengkhatamkan satu kali Alquran.

“Di sini meskipun (yang dibaca) 1 juz (tapi) banyak jamaahnya, karena imamnya selain hafal suaranya enak juga jadi jamaah tidak merasa lama,” ucapnya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Play Podcast X