Sejarah Kemegahan Masjid Dian Al-Mahri

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah

 Selasa 31 Mar 2020 09:54 WIB

Sejumlah wisatawan saat mengunjungi Masjid Dian Al Mahri atau Masjid Kubah Emas di Depok, Jawa Barat, Jumat (7/6). Foto: Republika/Putra M. Akbar Sejumlah wisatawan saat mengunjungi Masjid Dian Al Mahri atau Masjid Kubah Emas di Depok, Jawa Barat, Jumat (7/6).

Bahan pembangunan masjid hampir sebagian besar didatangkan dari luar negeri.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Masjid Dian Al-Mahri terletak di Jalan Raya Maruyung, Cinere, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat. Bila India punya Taj Mahal yang dibangun oleh Kaisar Mughal Shah Jahan untuk istri tercinta, maka Indonesia punya Masjid Dian Al- Mahri yang dibangun oleh sepasang suami istri Maimun Al-Rasyid dan Dian Al-Mahri.

Masjid Dian Al-Mahri menjadi salah satu masjid termegah di Asia Tenggara. Tidak heran bila masjid yang dikenal dengan sebutan Masjid Kubah Emas ini banyak dikunjungi oleh masyarakat dari luar daerah.

Pengurus Masjid Dian Al-Mahri, Karno, mengatakan Masjid Dian Al-Mahri dibangun sejak Maret 1999 dan pertama kali diresmikan pada 31 Desember 2006. Masjid mulai digunakan rutin oleh jamaah pada awal 2007 hingga sekarang.

Pembangunan masjid yang memakan waktu cukup lama ini bukan tanpa alasan. Menurut Karno, bahan pembangunan masjid hampir sebagian besar didatangkan dari luar negeri dan almarhumah Dian Al-Mahri yang memilih langsung bahan-bahan tersebut.

“Karena beberapa material yang digunakan membangun masjid ini kebanyakan didatangkan dari luar negeri seperti granit, marmer, mozaik emas, dan lampu gantung di dalam masjid. Jadi pendirinya ini, Dian Juriah dan Maimun Arsyid, memang ingin mendirikan sebuah masjid yang lebih bagus dari rumah beliau dan alhamdulillah terealisasi,” kata Karno saat ditemui di kantor Masjid Dian Al-Mahri, beberapa waktu lalu.

Masjid Dian Al-Mahri memiliki lima kubah yang seluruhnya dilapisi oleh emas 24 karat. Kubah utamanya memiliki diameter bawah 16 meter, diameter tengah 20 meter dan tinggi 125 meter. Selain kubah, Masjid Dian Al-Mahri juga memiliki enam menara yang juga dilapisi emas.

Baca Juga

photo
Sejumlah wisatawan saat mengunjungi Masjid Dian Al Mahri atau Masjid Kubah Emas di Depok, Jawa Barat. - (Republika/Putra M. Akbar)
“Kubah masjid yang berjumlah lima ini melambangkan rukun Islam dan jumlah menara yang enam ini melambangkan rukun Iman,” kata Karno.

Masjid Dian Al-Mahri memiliki luas 40x60 meter pada bagian dalam masjid. Sedangkan di selasar masjid 60x60 meter, sehingga luas keseluruhan masjid sekitar 6.000 meter persegi.

Pada bagian dalam, Masjid Dian Al-Mahri dapat menampung 5.000 jamaah. Sedangkan bila menghitung dengan selasar masjidnya maka puluhan ribu jamaah bisa menempati masjid tersebut.

"Kalau shalat Idul Fitri, bahkan jamaah (penuh) sampai ke halaman (taman) masjid," kata Karno.

Karno mengatakan nama Dian Al-Mahri menjadi nama masjid sengaja dilakukan oleh Maimun Al-Rasyid untuk membahagiakan istrinya. “Sebenarnya yang membangun itu suami istri, cuma mungkin pak Haji (Maimun) ingin membahagiakan istrinya,” kata Karno.

 

Berita Lainnya

Play Podcast X