Ahad 29 Mar 2020 23:34 WIB

Tenaga Kesehatan RS Wahidin akan Disiapkan Penginapan Khusus

Tenaga kesehatan ini akan diinapkan selama 14 hari di BBPK usai bertugas.

Anggota DPR RI Aliyah Mustika Ilham meninjau Balai Besar Pelatihan Kesehatan, tempat para tenaga kesehatan RS Wahidin Makassar akan diinapkan usai bertugasm sebelum kembali ke keluarganya masing-masing.
Foto: Istimewa
Anggota DPR RI Aliyah Mustika Ilham meninjau Balai Besar Pelatihan Kesehatan, tempat para tenaga kesehatan RS Wahidin Makassar akan diinapkan usai bertugasm sebelum kembali ke keluarganya masing-masing.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Direktur Utama RSUP Wahidin Sudirohusodo Makassar Dr Khalid Saleh menggelar rapat koordinasi dengan anggota Komisi IX DPR RI, Aliyah Mustika Ilham terkait penyiapan fasilitas penginapan bagi tenaga kesehatan (Nakes) penanganan Covid-19. "Dalam rapat koordinasi itu, kami meminta saran dari anggota Komisi IX DPR untuk menyiapkan penginapan khusus bagi tenaga kesehatan yang merawat pasien dalam pengawasan (PDP) maupun positif Covid-19," ujar dr Khalid Saleh di Makassar, Ahad (29/3).

Dalam rapat yang juga dihadiri Kepala Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Laode Musafin itu, dia memberikan apresiasi besar kepada Aliyah Mustika yang dinilainya begitu peduli terhadap para tenaga kesehatan yang menangani pandemi Covid-19 ini. Ia juga berterima kasih atas saran dan arahan pemanfaatan gedung BBPK.

Baca Juga

Saleh menyatakan sesuai arahan Aliyah, gedung BBPK akan difungsikan sebagai ruang isolasi bagi tenaga kesehatan selama 14 hari. Isolasi terhadap tenaga kesehatan yang menangani pasien Covid-19 ini penting dilakukan untuk memantau perkembangan para nakes sebelum kembali ke keluarganya usai menjalankan tugasnya sebagai garda terdepan.

"Kita tidak ingin, tenaga kesehatan kita mengalami stres selama penanganan pasien Covid-19, sehingga akan dilakukan rolling sistem untuk nakesnya," katanya.

Anggota Komisi IX DPR RI Aliyah Mustika Ilham dalam kesempatan itu mengatakan para tenaga kesehatan yang merawat pasien Covid-19 harus menjaga daya tahan tubuhnya karena mereka garda terdepan dalam penanganan pandemi tersebut. "Kita inginkan yang terbaik bagi tenaga medis dan tenaga kesehatan. Berbagai hal meski difikirkan karena mereka adalah garda terdepan," ujar Aliyah.

Aliyah mengatakan, BBKP memiliki fasilitas 70 bed. Namun tenaga kesehatan akan memanfaatkan fasilitas tersebut secara bergiliran ada sebanyak 25 orang. "Mereka ada diisolasi dulu selama 14 hari di BBKP ini setelah mereka selesai bertugas. Usai masa 14 hari baru mereka diperbolehkan kembali ke keluarganya masing-masing," kata Aliyah.

Dalam rapat koordinasi itu, pihak RSUP Wahidin dan BBPK pun telah menyepakati beberapa standar operasional prosedur (SOP) yang harus dilaksanakan oleh tenaga kesehatan selama masa isolasi. "Selama isolasi berlangsung tentu tidak terlepas dari SOP, serta konsep physical distancing termasuk meminimalkan kontak fisik," lanjut dr Khalid. Dengan adanya fasilitas ini, nantinya seluruh nakes di RSUD Wahidin akan di rolling dalam merawat pasien Covid-19 .

Sementara itu Kepala BBKP Laode Musafin memaparkan kesiapan BBKP mulai dari kesiapan penjemputan nakes, kebutuhan selama mereka dalam isolasi, hingga sarana olahraga, dengan tetap memperhatikan dan menerapkan SOP dari Kementrian Kesehatan. "Insya Allah per tanggal 1 April, kami sudah siap menerima kehadiran nakes dari RS Wahidin untuk diisolasi di tempat ini," ujarnya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement