Monday, 4 Jumadil Awwal 1444 / 28 November 2022

Masih Ada Pasien Positif Corona tak Lakukan Isolasi

Ahad 29 Mar 2020 20:37 WIB

Rep: Rizky Surya/ Red: Christiyaningsih

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan terkait perkembangan kasus COVID-19 dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (28/3/2020). Achmad Yurianto menyatakan, hingga pukul 12

Juru bicara pemerintah untuk penanganan COVID-19 Achmad Yurianto memberikan keterangan terkait perkembangan kasus COVID-19 dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu (28/3/2020). Achmad Yurianto menyatakan, hingga pukul 12

Foto: ANTARA FOTO
Jubir pemerintah sebut masih ada pasien positif corona tak lakukan isolasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia telah memeriksa 6.500 orang terkait Covid-19. Hasil pemeriksaan tersebut menjadi indikator penambahan data kasus positif corona di Indonesia yang menuju 1.300 kasus.

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 Achmad Yurianto mengatakan hasil pemeriksaan itu menggambarkan masih ada kasus positif yang belum melaksanakan isolasi. Alhasil ditemukan lebih banyak angka penularan karena kontak dekat di lingkungan masyarakat.

Baca Juga

"Kita sudah melakukan pemeriksaan pada lebih dari 6.500 orang di dalam kaitannya dengan pemeriksaan ini. Sekarang kita pahami ada penambahan kasus baru positif sebanyak 130, sehingga jumlah sekarang menjadi 1.285 kasus positif," kata Yuri di Media Center Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta, Ahad (29/3).

Dengan adanya penambahan angka kasus positif tersebut, pemerintah meminta masyarakat tetap melaksanakan jaga jarak di dalam berkomunikasi sosial baik di luar maupun di dalam ruangan. Anjuran untuk melaksanakan protokol kesehatan diharapkan dipatuhi dan dijalankan sebaik mungkin guna memutus rantai penyebaran Covid-19.

"Upayakan tetap berada di dalam rumah. Apabila terpaksa keluar rumah, maka jaga jarak. Hindari kerumunan, kemudian gunakan masker, cuci tangan dengan sabun dan air mengalir, hindari menyentuh wajah, kemudian praktikkan betul etika saat batuk dan bersin," ujar Yuri.

Di samping itu, masyarakat diharapkan dapat memahami betul penularan penyakit Covid-19 yakni melalui percikan ludah atau droplet saat seseorang batuk dan bersin. Dalam hal ini, menjaga jarak sangat disarankan sekurangnya satu meter.

"Sebab droplet dapat terhirup masuk ke saluran napas orang yang sehat. Akibatnya akan terjadi penularan," sebut Yuri.

Droplet atau percikan ludah dapat jatuh ke benda-benda sekitar yang sering disentuh secara bersama dan tidak sadar disentuh orang lain juga. "Tanpa mencuci tangan, masyarakat menyentuh wajah sehingga sangat memungkinkan terjadinya pemindahan virus menuju tubuh yang semula sehat," ucapnya.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA