Ahad 29 Mar 2020 10:44 WIB

Risma: ODP Virus Corona Jaga Stamina Tubuh

Risma juga meminta agar batuk ditutup dengan masker.

Petugas menyemprotkan larutan disinfektan kepada penumpang yang turun dari kapal KMP Gajah Mada di Penyeberangan Ujung-Kamal, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2020). Kegiatan itu untuk mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19)
Foto: Antara/Didik Suhartono
Petugas menyemprotkan larutan disinfektan kepada penumpang yang turun dari kapal KMP Gajah Mada di Penyeberangan Ujung-Kamal, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (28/3/2020). Kegiatan itu untuk mencegah penyebaran Virus Corona (COVID-19)

REPUBLIKA.CO.ID, SURABAYA -- Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini meminta warga yang tergolong orang dengan resiko (ODR) maupun orang dalam pemantauan (ODP) yang sudah dilakukan pemeriksaan dan hasilnya negatif agar tetap menjaga stamina tubuhnya.

"Caranya ya dengan banyak minum vitamin B dan C, serta berisirahat yang cukup," kata Wali Kota Risma di Surabaya, Ahad (29/3).

Selain itu, lanjut Risma, warga ODR dan ODP tetap harus konsumsi makan sayur dan buah-buahan serta tetap menjaga higienitas di tubuh. "Saya harap tetap menggunakan masker dan menjauhi kerumunan, serta tetap kontrol rutin ke rumah sakit rujukan dan menjaga kebersihan," ujarnya.

Jika dalam kondisi batuk, Wali Kota Risma juga berpesan agar tidak melepas batuk yakni dengan cara dengan ditutup menggunakan masker. Namun, jika tidak ada masker, bisa ditutup dengan siku tangannya.

"Saya berharap selaku menjaga kebersihan tangan dan muka kita supaya tidak terkontaminasi virus, yang penting tubuh harus kuat. Sekali waktu datang di Balai Kota Surabaya, kami ada putih telur dan pokak untuk menjaga stamina tubuh kita," katanya.

Data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya menyebut jumlah positif COVID-19 di Surabaya pada Sabtu (28/3) berjumlah 33 orang dengan rincian 31 warga Surabaya dan 2 orang dari luar Surabaya. Enam orang lainnya sudah dinyatakan sembuh, mereka masing-masing 5 orang warga Surabaya dan 1 luar Surabaya.

Sedangkan ODP COVID-19 di Surabaya ada sebanyak 189 orang, pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 16 orang dan berstatus orang dengan risiko (ODR) sebanyak 4.135 orang.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement