Jumat 27 Mar 2020 16:44 WIB

Erupsi Merapi tak Berdampak ke Boyolali

Arah angin saat erupsi terpantau ke arah barat daya.

Rep: Binti Sholikah/ Red: Gita Amanda
Gunung Merapi meletus pada Jumat dengan ketinggian kolom asap mencapai 5.000 meter dari puncak.
Foto: BPPTKG
Gunung Merapi meletus pada Jumat dengan ketinggian kolom asap mencapai 5.000 meter dari puncak.

REPUBLIKA.CO.ID, BOYOLALI -- Gunung Merapi kembali mengalami erupsi, pada Jumat (27/3) pukul 10.56 WIB. Hujan abu mengguyur lereng Magelang, sementara Kabupaten Boyolali dikabarkan tidak terdampak erupsi tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Boyolali, Bambang Sinungharjo, menyatakan baru saja memantau perkembangan erupsi Gunung Merapi di Kabupaten Boyolali. Pantauan dilakukan di Dusun Stabelan, Desa Tlogolele, Kecamatan Selo. Dusun tersebut berjarak 3 kilometer dari puncak Merapi.

Baca Juga

"Boyolali aman terkendali tidak ada halangan. Saya baru saja turun dari Tlogolele tidak ada hujan abu sama sekali," kata Bambang saat dihubungi Republika, Jumat sore.

BPBD Boyolali juga sudah berkoordinasi dengan perangkat desa dan camat setempat. Kondisi tersebut telah dilaporkan kepada Bupati Boyolali. Saat memantau Dusun Stabelan, Bambang menyatakan aktivitas masyarakat berjalan seperti biasa, termasuk para petani di ladang.

"Aktivitas masyarakat seperi biasa, kaget ya wajar," imbuhnya.

Berdasarkan informasi dari akun Twitter resmi @BBTKG menyebutkan erupsi Merapi tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi tujuh menit. Tinggi kolom erupsi teramati pada kurang lebih 5.000 meter dari puncak. Arah angin saat erupsi terpantau ke arah barat daya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement