Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Sunday, 10 Zulqaidah 1442 / 20 June 2021

Pemkot Siapkan Tiga TPU Khusus Pemakaman Pasien Corona

Jumat 27 Mar 2020 07:55 WIB

Rep: Abdurrahman Rabbani/ Red: Agus Yulianto

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie.

Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie.

Foto: dok istimewa
Awalnya warga sempat melakukan penolakan.

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANg SELATAN — Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) menetapkan tiga tempat pemakaman khusus untuk pasien yang meninggal akibat virus Corona. Ketiga TPU tersebut adalah TPU Bingbin Serpong, TPU Babakan, dan TPU Jombang.

Kapasitas TPU itu diperkirakan masih cukup luas, dan dapat menampung hingga ratusan mayat pasien positif virus Corona atau Covid-19. Wakil Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, setiap pasien Corona yang meninggal akan dimakamkan di ketiga TPU yang telah ditentukan tersebut.

"Ketiga TPU itu telah siap menampung pasien meninggal akibat Covid-19. Untuk kapasitas di TPU Jombang, diperkirakan sanggup untuk menampung 400-500 pasien positif Corona," kata Benyamin, di Posko Covid-19, Kamis (26/3).

"Ditambah dengan TPU Bingbin dan Babakan, masih ada 100-200 lagi. Totalnya ratusan, masih cukup banyak. Tetapi memang, sempat terjadi penolakan dari warga, karena mereka meminta penjelasan lagi," katanya lagi. 

Sebelumnya, sejumlah warga dengan sangat keras menolak pasien Corona dimakamkan di TPU Bingbin Serpong. Mereka khawatir virus yang dibawa mayat tersebut bisa menyebar luas ke masyarakat.

Setelah pemkot memberikan penjelasan, dan mengizinkan mereka juga meminta tempat tinggalnya disemprot cairan disinfektan. Permintaan warga itu, kata Benyamin, akan dipenuhi sebagai edukasi dan pencegahan.

"Ya, jadi masyarakat meminta penjelasan tentang penularan Covid-19, dan yang kedua mereka juga minta disemprot disinfektan, tapi sekarang mereka sudah mengerti dan bisa menerima pemakaman itu," ucapnya..

Sementara tidak hanya warga di TPU Bingbin Serpong yang melakukan penolakan. Warga di TPU Jombang juga pada awalnya menolak. Tetapi setelah diberi penjelasan, mereka mengerti.

"Kalau sudah dimakamin sih sebenarnya sudah enggak ada penyebaran lagi. Tetapi memang dipisahkan dari awal dengan makam yang sudah ada. Makanya, kita akan konsentrasi di TPU Jombang," ungkapnya.

Dalam proses pemakaman pasien Corona, kata Benyamin, ada protokolnya. Sehingga, tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Menurutnya yang menyedihkan dari pemakaman ini, keluarga tidak bisa mengiringi kepergian saudaranya.

"Proses pemakaman juga ada protokolnya tentang penyakit menular. Jadi mohon pengertian masyarakat, biar kami yang nanti akan menentukan. Jadi begitu meninggal, langsung dimandikan," ungkap Benyamin.

Diketahui dalam waktu enam jam setelah pasien meninggal, korban harus sudah dimakamkan. Jadi tidak boleh berlama-lama sehingga, dapat mencegah terjadinya penyebaran virus Corona.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA