Jumat 27 Mar 2020 01:36 WIB

Masjid Agung Nurul Iman Padang Tiadakan Shalat Jumat

Shalat Jumat bisa diganti dengan Shalat Dzuhur karena dalam kondisi darurat.

Umat Islam sedang menunaikan shalat di masjid. ilustrasi
Foto: Yogi Ardhi/Republika
Umat Islam sedang menunaikan shalat di masjid. ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, PADANG -- Pelaksanaan Shalat Jumat di Masjid Agung Nurul Iman yang dikelola oleh Pemerintah Kota Padang ditiadakan mulai 27 Maret 2020. Hal ini menindaklanjuti Fatwa MUI Nasional No.14 tahun 2020 tentang risiko tinggi penyebaran corona virus disease (Covid-19).

"Dalam rangka melakukan pembatasan sosial dan menindaklanjuti Fatwa MUI yang membolehkan mengganti shalat Jumat dengan zuhur guna mencegah penularan corona, kami memutuskan untuk 27 Maret shalat Jumat ditiadakan," kata Ketua Umum Pengurus Masjid Agung Nurul Iman, Mulyadi Muslim di Padang, Kamis (26/3).

Baca Juga

Menurut dia keputusan tersebut diambil setelah mencermati perkembangan terbaru dan sudah ada yang berstatus positif corona di Padang.

Ia melihat kondisi hari ini berbenturan antara kepentingan menjalankan agama dan memelihara jiwa, Shalat Jumat bisa diganti dengan Shalat Dzuhur karena dalam kondisi darurat memelihara jiwa jadi prioritas utama.

Apalagi tujuan syariat ditetapkan dalam Islam untuk menjaga lima hal yang prinsip yaitu agama,jiwa, akal, kehormatan dan harta, katanya. Kepada jamaah Masjid Nurul Iman ia berharap bisa memaklumi hal ini demi kemaslahatan bersama.

Sebelumnya dalam rangka mengantisipasi wabah corona pengurus telah melakukan penyemprotan disinfektan dan menggulung sajadah. Selain itu pengurus juga menyediakan hand sanitizer di beberapa lokasi yang ada di masjid.

Masjid Nurul Iman merupakan salah satu masjid terbesar di Kota Padang yang lokasinya berada di pertigaan Jalan Imam Bonjol dan Jalan Thamrin dengan daya tampung jamaah bisa mencapai sekitar 2.000 orang, terdiri atas dua lantai.

Sebelumnya Lima orang warga Sumatera Barat dinyatakan positif Covid-19 setelah hasil tes spesimen dari laboratorium Unand dan Litbangkes Kementerian Kesehatan (Kemenkes) diterima pemerintah setempat.

"Sampai pukul 16.30 WIB dapat kami informasikan bahwa warga Sumatera Barat yang telah dinyatakan positif terkena Covid-19 ada 5 (lima) orang," kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno.

Lima orang yang positif itu dua hasil pemeriksaan dari Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand dan tiga dari Laboratorium Litbang Kemenkes RI. Berdasarkan data pasien tersebut satu orang dari Padang, satu orang dari Pesisir Selatan, satu orang dari Tanah Datar dan dua orang dari Bukittinggi.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement