Jumat 27 Mar 2020 06:03 WIB

Tingkat Hunian Hotel di Kupang Anjlok Hingga 90 Persen

Tingkat hunian hotel di Kupang anjlok sejak virus corona merebak.

Red: Nur Aini
Tingkat hunian hotel (ilustrasi)
Foto: Antara/Noveradika
Tingkat hunian hotel (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, KUPANG -- Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Nusa Tenggara Timur Fredi Ongko mengatakan, merebaknya Covid-19 mengakibatkan menurunnya tingkat hunian hotel di Kota Kupang hingga mencapai 90 persen.

"Kasus virus corona ini sangat berdampak pada sektor jasa perhotelan di Kota Kupang. Banyak hotel yang tidak ada tamu setelah virus corona merebak," kata Fredy Ongko ketika ditemui di Kupang, Kamis (26/3).

Fredi Ongko mengatakan hal itu terkait dampak wabah Covid-19 terhadap usaha perhotelan di NTT. Ia mengatakan, virus corona telah berdampak besar terhadap usaha perhotelan khususnya di Kota Kupang yang turun hingga 90 persen.

"Sampai saat ini tingkat hunian pada hotel-hotel turun drastis. Ada hotel yang hanya memiliki dua orang tamu," katanya.

Menurut dia, para pelaku usaha hotel di ibu kota provinsi berbasis kepulauan ini tetap membuka usaha guna mengantisipasi adanya tamu yang membutuhkan penginapan.

"Kami sudah sepakat untuk tidak melakukan PHK karyawan karena peristiwa yang terjadi saat ini merupakan musibah kemanusiaan yang harus dijalani secara bersama," kata Fredi Ongko.

Ia berharap, pemerintah NTT memberikan kebijakan terhadap pelaku usaha perhotelan berupa keringanan pembayaran listrik serta membebaskan pajak hotel selama bencana virus corona berlangsung.

"Kami hanya berharap ada dispensasi dari pemerintah untuk pembayaran listrik berupa pemotongan biaya pemakaian listrik karena hunian hotel saat ini sangat menurun,"tegasnya.

Ia juga mengatakan, para pelaku usaha perhotelan yang berjumlah 75 anggota di NTT itu telah menyatakan siap untuk menggunakan hotelnya sebagai rumah sakit darurat bagi penanganan penderita Covid-19. Hal itu apabila terjadi lonjakan besar pasien Covid-19.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement