Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Wednesday, 30 Ramadhan 1442 / 12 May 2021

Jumlah PDP dan ODP Corona di Kabupaten Cirebon Bertambah

Rabu 25 Mar 2020 18:09 WIB

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Nur Aini

Pasien corona (Ilustrasi).

Pasien corona (Ilustrasi).

Foto: The Central Hospital of Wuhan via Weibo/Hando
Cirebon memiliki 18 orang PDP corona.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON – Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) dan orang dalam pemantauan (ODP) Covid-19 di Kabupaten Cirebon, kembali bertambah, Rabu (25/3).

‘’Untuk data hari ini, PDP tambah satu orang dan ODP tambah dua orang,’’ ujar Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Cirebon, Iwan Ridwan Hardiawan, Rabu (25/3).

Iwan menjelaskan, tambahan satu orang PDP itu berasal dari daerah Sendang, Kabupaten Cirebon. Saat ini, pasien dirawat di RSUD Waled. Adapun usianya berada di rentang 30-39 tahun.

Baca Juga

Sedangkan, tambahan dua orang ODP, kata Iwan, berasal dari daerah Sindanglaut dan Kepuh. Saat ini, mereka dirawat di RS Ciremai dan RS Mitra Plumbon. Kedua ODP tersebut masing-masing seorang balita dan seorang lain dengan rentang usia 20-29 tahun.

Dengan adanya tambahan itu, maka jumlah total PDP di Kabupaten Cirebon per Rabu (25/3), mencapai 21 orang. Dari jumlah tersebut, tiga orang dinyatakan selesai.

‘’Jadi masih ada 18 orang PDP,’’ kata Iwan.

Sedangkan untuk ODP, jumlah totalnya mencapai 99 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 orang dinyatakan selesai dan 30 orang dalam pemantauan.

Terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Cirebon, Nanang Ruhyana, menerangkan, perawatan di RS tak selalu hanya bagi PDP. ODP dengan penyakit penyerta (comorbid) pun bisa menjalani perawatan di RS.
‘’Bisa saja (ODP dirawat di RS) kalau ada penyakit penyertanya,’’ kata Nanang. Keputusan untuk merawat seseorang di rumah sakit datang dari hasil anamnesa atau pemeriksaan awal dokter.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA