Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Monday, 28 Ramadhan 1442 / 10 May 2021

Perjalanan Suhaib Ar Rumi: Dari Bizantium ke Makkah (2)

Rabu 25 Mar 2020 17:07 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Muhammad Hafil

Perjalanan Suhaib Ar Rumi: Dari Bizantium ke Makkah. Foto: Kemenangan Bizantium (ilustrasi)

Perjalanan Suhaib Ar Rumi: Dari Bizantium ke Makkah. Foto: Kemenangan Bizantium (ilustrasi)

Foto: brucknergallery.com
Suhaib Ar Rumi 20 tahun tinggal di Bizantium

REPUBLIKA.CO.ID, MADINAH -- Suatu hari dia kembali ke Makkah dari salah satu perjalanan perdagangannya. Dia diberitahu bahwa Muhammad bin Abdullah telah berdakwah mengajak untukpercaya hanya kepada Allah SWT.

Nabi juga memerintahkan mereka untuk bersikap adil dan melakukan perbuatan baik dan melarang mereka untuk melakukan perbuatan munafik dan mencela. Dia segera bertanya siapa Muhammad dan di mana dia tinggal.

"Dia tinggal di rumah 'al-Arqam bin Abi al-Arqam Hati-hati namun jika ada orang Quraish yang melihat anda, mereka akan melakukan (hal-hal yang paling mengerikan bagimu). Anda adalah orang asing di sini dan tidak ada ikatan asabiyyahi untuk melindungi Anda, Anda pun tidak memiliki klan untuk membantu Anda,"ujar rekannya.

Suhaib pergi dengan hati-hati ke rumah al-Arqam. Di pintu ia menemukan Ammar bin Yasir anak muda seorang anak dari Yaman yang dikenalnya. Dia ragu-ragu sejenak lalu mendekati Ammar dan berkata:

"Apa yang kau mau (di sini), Ammar?"

"Apa yang kauinginkan di sini?" balas Ammar.

"Saya ingin pergi ke orang ini dan mendengar langsung dari dia apa yang dia katakan."

"Saya juga ingin melakukan itu." "Kalau begitu mari kita masuk bersama,".

Suhaib dan Ammar masuk dan mendengarkan apa yang Muhammad katakan. Mereka berdua benar-benar yakin akan kebenaran pesannya. Cahaya iman masuk ke dalam hati mereka.

Pada pertemuan ini, mereka berjanji kepada Nabi menyatakan tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah. Mereka menghabiskan sepanjang hari bersama Nabi yang mulia. Pada malam hari, di bawah kegelapan, mereka meninggalkan rumah al-Arqam, hati mereka tenang dengan cahaya iman dan wajah mereka berseri-seri dengan kebahagiaan.

Orang Quraisy yang masih menyembah berhala menaruh rsa curiga dengan kepergian Suhaib ke rumah Al arqam. Mereka pun mengetahui tentang Suhaib yang memeluk Islam, mereka pun mulai melecehkan dan menganiayanya.

Suhaib dianiaya dengan cara yang sama seperti Bilal, Ammar dan ibunya Sumayyah, Khabbab dan banyak lainnya yang telah mengaku Islam. Hukumannya tidak manusiawi dan berat tapi Suhaib menanggung semuanya dengan hati sabar dan pemberani karena dia tahu bahwa jalan menuju Jannah dipenuhi oleh duri dan kesulitan. Ajaran Nabi telah tertanam di dalam dirinya dan rekan-rekan lainnya sehingga mereka memiliki kekuatan dan keberanian yang langka.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA