Selasa 24 Mar 2020 06:38 WIB

Karyawan Positif Covid-19, Boeing Setop Produksi Pesawat

Produksi berhenti di pabrik yang memproduksi pesawat berbadan lebar.

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Friska Yolandha
Sejumlah pesawat Boeing 737 Max dikandangkan di Boeing Field Seattle, Amerika Serikat.
Foto: AP Photo/Elaine Thompson
Sejumlah pesawat Boeing 737 Max dikandangkan di Boeing Field Seattle, Amerika Serikat.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Boeing Co akan menghentikan produksi di pabriknya di wilayah Seattle selama dua pekan karena berjuang dengan dampak pandemi virus corona. Langkah perusahaan untuk menangguhkan produksinya di fasilitasnya di area Puget Sound datang ketika Negara Bagian Washington, tempat sebagian besar produksi Boeing berpusat, berada dalam keadaan darurat. Beberapa karyawan Boeing dinyatakan positif Covid-19.

"Tindakan ini diambil untuk memastikan kesejahteraan karyawan, keluarga mereka, dan masyarakat setempat, dan akan mencakup penutupan secara teratur sesuai dengan persyaratan pelanggan," kata Boeing dalam sebuah pernyataan, dilansir di CNBC, Senin (23/3).

Baca Juga

Produksi berhenti di pabrik-pabrik tempat Boeing memproduksi beberapa jenis pesawat berbadan lebar. Hal ini menandai salah satu gangguan terbesar di seluruh manufaktur AS dari corona dan langkah-langkah yang bertujuan menghentikan penyebarannya. 

Hal ini juga menambah kerugian Boeing selama setahun terakhir, setelah 737 Max menghadapi grounding di seluruh dunia karena dua kecelakaan fatal dari pesawat tersebut. Boeing pada Januari menghentikan produksi 737 Max, yang dibuat di Renton, Washington, untuk memangkas biaya yang terkait dengan pesawat yang masih dikandangkan ini.

Saham Boeing naik lebih dari 8 persen pada Senin setelah perdagangan singkat berhenti untuk mengumumkan penangguhan produksi.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement