Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Wednesday, 18 Zulhijjah 1442 / 28 July 2021

Pemkab Kudus Targetkan Semua Pasar Disemprot Disinfektan

Senin 23 Mar 2020 21:33 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan. Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menargetkan 23 pasar tradisional yang ada di Kabupaten Kudus disemprot disinfektan secara rutin. Ilustrasi.

Petugas menyemprotkan cairan disinfektan. Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menargetkan 23 pasar tradisional yang ada di Kabupaten Kudus disemprot disinfektan secara rutin. Ilustrasi.

Foto: Antara/Wahyu Putro A
Penyemprotan rutin dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus corona

REPUBLIKA.CO.ID, KUDUS - Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus, Jawa Tengah menargetkan 23 pasar tradisional yang ada di Kabupaten Kudus disemprot disinfektan secara rutin. Penyemprotan rutin dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus corona (Covid-19).

"Hingga sekarang, tercatat sudah 80-an persen pasar tradisional yang disemprot disinfektan," kata Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kudus Sudiharti di Kudus, Senin (23/3).

Ia menargetkan dalam pekan ini semua pasar di Kabupaten Kudus sudah disemprot disinfektan. Penyemprotan disinfektan, katanya, dilakukan malam hari saat tidak ada aktivitas pedagang maupun pengunjung.

Karena cairan disinfektan di pasaran sulit dicari, maka bahan cairannya diperoleh dengan menggunakan bahan pemutih pakaian dicampur dengan air bersih dengan komposisi tertentu. Cara pembuatan cairan disinfektan tersebut diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK).

Rencananya penyemprotan akan dilakukan setiap pekan sekali karena keterbatasan tenaga. Menurut Sudiharti, pengadaan alat dan bahan untuk penyemprotan menggunakan dana darurat karena sebelumnya memang belum dianggarkan.

Ia menjelaskan kebersihan pasar penting dilakukan karena berhubungan dengan orang banyak sehingga harus lebih waspada. Meskipun hingga kini aktivitas belajar mengajar di sekolah diliburkan dan tempat-tempat keramaian juga ditutup, aktivitas pasar tradisional tetap dibuka.

"Hingga kini memang belum ada instruksi penutupan pasar karena masyarakat masih sangat membutuhkan berbagai kebutuhan pokok, terutama sayur dan ikan yang tidak mudah didapatkan di toko-toko kebutuhan pokok masyarakat," imbuh Kabid Perdagangan Albertus Harys Yunanto. Atas kondisi tersebut, dia mengingatkan masyarakat agar tidak panik melakukan aksi borong karena kebutuhan pokok masyarakat tetap akan dipenuhi.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA