Senin 23 Mar 2020 18:41 WIB

Permintaan Kopi Mandailing Turun Capai 50 Persen

Stok kopi mandailing di gudang Koperasi Serba Usaha menumpuk.

Rep: Antara/ Red: Erik
Buruh tani menunjukkan buah dan biji kopi (ilustrasi)
Foto: Antara/Raisan Al Farisi
Buruh tani menunjukkan buah dan biji kopi (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, MADINA -- Sejak virus corona virus disease (Covid-19) ditetapkan sebagai virus pandemi mengakibatkan permintaan pangsa pasar terhadap kopi Mandailing mengalami penurunan.

Penurunan permintaan kopi tersebut salah satunya dialami oleh Koperasi Serba Usaha (KSU) Kopi Mandailing Jaya di Desa Alahan Kae Kecamatan Ulu Pungkut Kabupaten Mandailing Natal.

Manager Koperasi Serba Usaha (KSU) Kopi Mandailing Jaya, Zulham Riadi Lubis yang didampingi Sekretaris Idris Sandi Matondang, Senin (23/03) menyampaikan, penurunan permintaan terhadap Banamon Mandheling Coffee ini mencapai 50 persen. "Turunnya permintaan terhadap kopi ini membuat stok di gudang kita menumpuk," ujarnya.

Dia menjelaskan, sebelum virus corona ini mewabah, permintaan pangsa pasar terhadap Banamon Coffee baik dalam bentuk greenbean dan rostbean normal, namun sekarang permintaan terhadap kopi ini mengalami penurunan. "Permintaan terhadap Banamon Coffee mengalami penurunan, ketika kita tanya para pemilik kafe mereka beralasan bahwa pengunjung kafe sunyi," sebutnya.

Menumpuknya stok kopi ini juga disebabkan oleh pengepul kopi yang menurunkan harga serta adanya beberapa pengepul yang menghentikan pembelian kopi. Meskipun permintaan pangsa pasar terhadap kopi ini mengalami penurunan. pihaknya selaku KSU Kopi Mandailing Jaya tetap menghimbau kepada anggota untuk tetap memanen kopinya sehingga tidak rusak.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement