Senin 23 Mar 2020 13:52 WIB

Anak Muda Jaga Kesehataan Mental Saat Pembatasan Sosial

Belva menyarankan generasi milenial melakukan konferensi telepon dengan teman.

Fitur Voice Call pada WhatsApp dapat digunakan untuk tetap bersosialisasi selama masa pembatasan sosial karena virus corona covid-19.
Foto: Forbes
Fitur Voice Call pada WhatsApp dapat digunakan untuk tetap bersosialisasi selama masa pembatasan sosial karena virus corona covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Staf Khusus Milenial Presiden, Adamas Belva Syah Devara, meminta generasi milenial untuk menjaga kesehatan mental selama menjalani social distancing atau menjaga jarak untuk mencegah infeksi Covid-19. Generasi milenial dapat terus bersosialisasi dengan memanfaatkan teknologi. 

"Tidak ada social distancing karena Covid-19 saja, generasi milenial adalah yang paling terpapar dengan problem mental health seperti depresi, merasa kesepian dan lain-lain," kata pendiri aplikasi Ruang Guru itu dalam konferensi pers Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di Jakarta, Senin (23/3).

Baca Juga

Menurut Belva, meski melakukan jaga jarak secara fisik, generasi muda tetap harus melakukan tindakan sosial karena manusia adalah makhluk sosial. Anak muda dapat melakukan kegiatan sosial dengan memanfaatkan teknologi seperti menggunakan konferensi telepon menghubungi teman-temannya untuk memeriksa apakah ada yang merasa kesepian dan lain sebagainya.

Bisa juga, kata dia, dalam melaksanakan fungsi manusia sebagai makhluk sosial, anak-anak muda dapat bermain game bersama dengan menggunakan video. Karena Covid-19 tidak hanya memiliki dampak kesehatan fisik dan memperlambat ekonomi negara tapi juga harus diperhatikan dampaknya akan kesehatan mental manusia, tambah dia.

"Ada economy impact, ada health impact tapi mental health ini juga penting. Jadi jangan menyebarkan hoaks, fungsi edukasi harus jalan dan yang ketiga coba cek teman-teman pastikan mereka baik-baik saja," tegas dia.

Dia juga meminta khusus kepada generasi muda untuk menahan diri terus melakukan jaga jarak dengan tidak keluar dari rumah jika tidak mendesak. Hal itu harus dilakukan karena, menurut Belva, generasi muda merupakan salah satu kelompok umur paling besar yang tertular COVID-19 meski tidak memiliki gejala berat.

Meski tidak memiliki gejala mereka masih tetap bisa menginfeksi ke orang-orang rentan seperti kelompok lanjut usia atau mereka yang memiliki penyakit penyerta.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement