Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Presiden Jokowi Berduka untuk Tenaga Medis yang Gugur

Senin 23 Mar 2020 11:01 WIB

Rep: Sapto Andika Candra/ Red: Teguh Firmansyah

Presiden Joko Widodo.

Presiden Joko Widodo.

Foto: Antara/Hafidz Mubarak
Pemerintah memberikan insentif khusus buat tenaga medis daerah tanggap darurat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah tenaga medis ikut menjadi korban keganasan virus Corona. Presiden Joko Widodo pun berduka serta menyampaikan belasungkawa kepada keluarga dan kerabat dokter, perawat, dan tenaga medis lain yang meninggal dunia akibat Covid-19.

"Atas nama pemerintah, negara dan rakyat, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja keras beliau-beliau, atas perjuangan beliau-beliau dalam mendedikasikan dalam penanganan Covid-19," ujar Presiden Jokowi di Wisma Atlet Kemayoran, Senin (23/3).

Sebagai apresiasi atas kerja keras para tenaga medis, pemerintah pusat memutuskan untuk memberi insentif bulanan bagi mereka. Insentif bulanan ini hanya diberi kepada dokter, perawat, dan tenaga medis lain di daerah yang sudah menetapkan status 'Tanggap Darurat Covid-19'. Besarannya pun bervariasi, antara Rp 5 juta sampai Rp 15 juta per bulan.

Berdasarkan keputusan ini, maka dokter spesialis diberi insentif bulanan sebesar Rp 15 juta, dokter umum dan gigi sebesar Rp 10 juta, tenaga keperawatan Rp 7,5 juta, dan tenaga medis lainnya Rp 5 juta.

"Dan akan diberikan santunan kematian sebesar Rp 300 juta dan ini hanya berlaku bagi daerah yang telah nyatakan tanggap darurat," jelas Jokowi.

Seruan kepedulian dari pemerintah terhadap para tenaga medis memang semakin santer terdengar. Apalagi hingga Ahad (22/3) kemarin, sedikitnya tercatat ada tiga dokter yang meninggal dunia akibat terserang virus novel corona (Covid-19) usai menangani pasien yang positif terinfeksi virus itu. Tiga tenaga medis tersebut tertular Covid-19 setelah merawat pasiennya.

"Iya benar, tiga dokter yang meninggal dunia yaitu dokter spesialis saraf Hadio Ali Khazatsin, spesialis bedah Djoko Judodjoko, dan spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) Adi Mirsa Putra," ujar Ketua Umum PB IDI Daeng M Faqih, Ahad (23/3).

Hingga Ahad (22/3), terdapat 514 pasien positif Covid-19 di Indonesia. Sebanyak 437 orang dalam perawatan, 29 orang sembuh, dan 48 orang meninggal.

Pasien Covid-19 tersebar di DKI Jakarta (307 orang), Jawa Barat (59 orang), Banten (47 orang), Jawa Timur (41 orang), Jawa Tengah (15 orang), Kalimantan Timur (9 orang), Yogyakarta (5 orang), Kepulauan Riau (4 orang), Bali (3 orang), Sulawesi Tenggara (3 orang), Sumatra Utara (2 orang), Kalimantan Barat (2 orang), Kalimantan Tengah (2 orang), Sulawesi Selatan (2 orang), Papua (2 orang), Riau (1 orang), Lampung (1 orang), Kalimantan Selatan (1 orang), Sulawesi Utara (1 orang), dan Maluku (1 orang).

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA