Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Lima Rumah Sakit di Solo Jadi Rujukan Lini Kedua Covid-19

Senin 23 Mar 2020 06:14 WIB

Rep: Binti Sholikah/ Red: Friska Yolandha

Warga melintas di kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2020).(Antara/Mohammad Ayudha)

Warga melintas di kawasan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Moewardi, Solo, Jawa Tengah, Jumat (13/3/2020).(Antara/Mohammad Ayudha)

Foto: Antara/Mohammad Ayudha
Di Jateng ada 13 rumah sakit lini pertama untuk penanganan covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, SOLO -- Sebanyak lima rumah sakit di Kota Solo ditunjuk oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah sebagai rumah sakit rujukan lini kedua untuk penanganan pasien corona atau Covid-19. Sebelumnya, rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 hanya RSUD dr Moewardi sebagai rujukan lini pertama yang ditunjuk melalui Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan.

Kelima rumah sakit tersebut yakni, RSUD Ngipang Kota Solo, RS PKU Muhammadiyah, RS Kasih Ibu Solo, RS dr Oen Kandangsapi, dan RST Slamet Riyadi Solo. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, di Solo ada beberapa rumah sakit rujukan Covid-19 baik lini pertama maupun lini kedua. Rumah sakit rujukan tersebut semua merawat pasien Corona.

Di Jateng ada 13 rumah sakit lini pertama yang ditetapkan melalui SK Menteri Kesehatan dan 45 rumah sakit lini kedua dengan SK Gubernur Jateng. Semua rumah sakit tersebut bisa melakukan perawatan pasien dalam pengawasan (PDP) maupun pasien terkonfirmasi Corona.

Baca Juga

"Di luar itu banyak rumah sakit yang bisa merawat sementara atau melakukan deteksi dini," terangnya saat dihubungi akhir pekan kemarin.

Apabila mengarah pada PDP atau terkonfirmasi corona, maka pasien bisa dirujuk pada rumah sakit lini kedua atau lini pertama. Selain 57 rumah sakit tersebut, bupati/wali kota bisa membuat SK rumah sakit di wilayah masing-masing untuk menangani pasien corona. Di Jawa Tengah terdapat 298 rumah sakit, baik yang dikelola pemerintah maupun swasta.

"Sisanya diharapkan dengan SK bupati/wali kota dimana rumah sakit itu berlokasi. Semua akan menjadi jaringan, jaringan ini bisa melakukan perawatan bagi pasien Covid-19. Dan pembiayaannya ditanggung pemerintah," paparnya.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id pada laman https://corona.jatengprov.go.id/, Ahad (22/3) siang, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) di Jawa Tengah mencapai 2.416 ODP, kemudian ada 165 PDP yang masih dirawat, serta 14 orang terkonfirmasi Corona. Dari 14 orang yang positif Covid-19 tersebut, tiga di antaranya meninggal dunia.

Sebanyak 11 pasien positif Corona masih dirawat dengan rincian, tiga orang di RSUD dr Moewardi Solo, tiga orang di RS dr Kariyadi Semarang, satu orang di RS Tidar Magelang, dua orang di RS Wongso Negoro Semarang, satu orang di RSUD Kraton Pekalongan, dan satu orang di RS Margono Purwokerto.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA