Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Tuesday, 6 Syawwal 1442 / 18 May 2021

Majelis Taklim Diimbau Hentikan Kegiatan Cegah Virus Corona

Ahad 22 Mar 2020 22:40 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah

Penghentian sementara kegiatan majelis taklim turut cegah penyebaran corona. Majelis taklim ibu-ibu. Ilustrasi(Republika/Agung Supriyanto)

Penghentian sementara kegiatan majelis taklim turut cegah penyebaran corona. Majelis taklim ibu-ibu. Ilustrasi(Republika/Agung Supriyanto)

Foto: Republika/Agung Supriyanto
Penghentian sementara kegiatan majelis taklim turut cegah penyebaran corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Para anggota majelis taklim yang kebanyakan adalah ibu-ibu dan kaum perempuan diimbau mengantisipasi penyebaran wabah virus corona atau covid-19.  

Imbauan ini disampaikan masing-masing oleh Badan Kontak Majelis Taklim dan Pimpinan Pusat Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (PP BKMM DMI).  

Ketua Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Syifa Fauzia, mengatakan kegiatan majelis taklim ditiadakan untuk sementara waktu di tengah mewabahnya Covid-19. 

Baca Juga

BKMT sudah menghimbau setiap majelis taklim dan pimpinannya mengikuti seruan pemerintah serta ulama untuk tidak mengadakan pengajian secara reguler seperti biasa. 

"Banyak pengajian yang mengganti dengan (kegiatan) one day one juz atau khataman Alquran di rumah masing-masing dan lewat whatsapp grup," kata Syifa kepada Republika.co.id, Ahad (22/3). 

Dia menambahkan, BKMT juga mengimbau jelis taklim untuk menuruti imbauan pemerintah melakukan social distancing sampai waktu yang ditentukan. Ibu-ibu majelis taklim juga diimbau menjaga jarak dengan siapapun, menjaga kebersihan dan beribadah bersama keluarga di rumah.

Ketua Umum Pimpinan Pusat Badan Koordinasi Majelis Taklim Masjid Dewan Masjid Indonesia (PP BKMM DMI), Nurdiati Akma, mengatakan BKMM DMI sudah mengantisipasi penyebaran wabah covid-19 dengan menutup aktivitas pengajian atau majelis taklim sebelum Gubernur DKI Jakarta menginstruksikan itu. 

Pendidikan dan pengajian yang kerap dilaksanakan secara rutin sudah dihentikan untuk sementara waktu. "Kita membantu pemerintah dengan mengisolasi diri sendiri, keluar pun hanya untuk membeli kebutuhan yang mendesak, kalau pengajian (majelis taklim) sudah dihentikan tapi mereka (ibu-ibu) sudah diminta membaca Alquran di rumah masing-masing," kata Nurdiati kepada Republika.co.id, Ahad (22/3).  

Anggota majelis taklim selain diimbau untuk membaca Alquran di rumah masing-masing, mereka juga diminta menghafal ayat-ayat Alquran. Ibu-ibu diminta menghafal Ayat 133 dari surat Ali Imran, dan Ayat 10, 11 serta 12 dari Surat An Nisa. Mereka juga diminta menghafal ayat-ayat Alquran dalam surat-surat lainnya.

Sebelum aktivitas majelis taklim ditutup untuk sementara waktu, tugas menghafal ayat-ayat Alquran ini sudah disampaikan. Selanjutnya akan dikomunikasikan lagi melalui gawai.BKMM DMI juga mengimbau agar ibu-ibu majelis taklim semakin sering berdoa dan menjaga kesehatan di tengah mewabahnya Covid-19.

"Jadi wudhu sekarang harus lebih lengkap lagi, jangan hanya melakukan yang wajibnya saja, mencuci tangan dalam wudhu termasuk sunah, jadi cuci tangan sekarang harus betul-betul dilakukan dengan sungguh-sungguh," ujarnya.

Nurdiati mengatakan, ibu-ibu majelis taklim selain diimbau wudhu dengan sempurna dan lengkap juga diimbau untuk sering mencuci tangan menggunakan sabun. BKMM DMI juga mengingatkan agar ibu-ibu menjaga kebersihan rumah dan kamar mandi.

BKMM DMI mengingatkan ibu-ibu agar makan dan menyediakan makanan yang sehat-sehat. Selain itu ibu-ibu juga perlu menjalankan puasa sunah seperti puasa Senin dan Kamis serta puasa Nabi Daud.

Sebelumnya pemerintah dan tokoh-tokoh agama mengimbau masyarakat untuk tetap tinggal di rumah dan melakukan social distancing. Tujuannya untuk membantu menghentikan penyebaran wabah Covid-19.

Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan Fatwa Nomor 14 Tahun 2020 tentang penyelenggaraan ibadah dalam situasi terjadinya wabah virus corona atau Covid-19. Daerah yang terpapar wabah Covid-19 diminta agar tidak melaksanakan sholat berjamaah dan sholat Jumat di masjid-masjid. Tujuannya untuk membantu menghentikan penyebaran wabah ini demi keselamatan manusia.   

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA