Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Thursday, 20 Rajab 1442 / 04 March 2021

Serapan KUR Pertanian Sudah Capai Rp 10,2 Triliun

Sabtu 21 Mar 2020 18:07 WIB

Red: Gita Amanda

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (kiri), menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani saat pelepasan ekspor kedelai Edamame di PT Mitratani Dua Tujuh, Mangli, Jember, Jawa Timur, Kamis (26/12/2019).(SENO/ANTARA FOTO)

Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (kiri), menyerahkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Tani saat pelepasan ekspor kedelai Edamame di PT Mitratani Dua Tujuh, Mangli, Jember, Jawa Timur, Kamis (26/12/2019).(SENO/ANTARA FOTO)

Foto: SENO/ANTARA FOTO
Serapan KUR tertinggi terjadi di Jawa Timur mencapai Rp 2,4 triliun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) mengeklaim serapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sudah mencapai Rp 10,2 triliun. Serapan KUR yang dikhususkan untuk sektor pertanian ini terhitung hingga 20 maret 2020. Serapan KUR tertinggi terjadi di Jawa Timur (Jatim) yang mencapai Rp 2,4 triliun.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Kementan Sarwo Edhy mengatakan, Kementan diamanahkan untuk menyalurkan dana KUR sebesar Rp 50 triliun pada 2020. Dana ini untuk petani dalam mengembangkan budi daya komoditas pertanian, tanaman hortikultura, maupun perkebunan.

"Petani wilayah Jawa Timur yang paling antusias memanfaatkan fasilitas KUR ini. Dana KUR itu bunganya enam persen, jauh lebih rendah dibandingkan bunga kredit sebelumnya," kata Sarwo Edhy, Sabtu (21/3).

Dari total Rp 10,2 triliun ini, tersalurkan untuk berbagai sektor. Di antaranya tanaman pangan Rp 2,9 triliun, perkebunan Rp 3,1 triliun, hortikultura Rp 1,2 triliun, peternakan Rp 2 triliun, jasa pertanian Rp 183 miliar, kombinasi pertanian Rp 552 miliar, dan tanaman hias Rp 16 miliar.

"Penyerapan KUR pertanian masih didominasi sektor hulu. Ke depan, kami akan mendorong juga pemanfaatan KUR di sektor hilir. Seperti untuk pembelian alat pertanian," ungkap Sarwo Edhy.

Sektor hulu, kata Sarwo Edhy, selama ini dianggap lebih mudah diakses karena tidak memerlukan agunan. Padahal KUR dengan plafon besar pun sebenarnya akan mudah diakses jika digunakan untuk pembelian alat.

"Plafon Rp 500 juta ke atas pun bisa diakses. Soalnya ada agunannya berupa alat pertanian yang dibeli. Selain itu bunganya tetap hanya enam persen," kata Sarwo Edhy.

Realisasi serapan KUR ini tersebar di sejumlah provinsi. Tertinggi serapannya adalah Jawa Timur sebesar Rp 2,4 triliun. Disusul Jawa tengah Rp 1,7 triliun, Sulawesi Selatan  Rp 777 miliar, Lampung  Rp 597 miliar, dan Jawa Barat Rp 502 miliar.

"Syarat mendapat KUR pertanian cukup mudah. Petani hanya diharuskan memiliki lahan garapan produktif, rancangan pembiayaan anggaran, dan sejumlah syarat untuk kepentingan BI checking. Jika penyaluran KUR bekerja sama dengan bank milik BUMN, bunganya hanya enam persen,” tegasnya.

Sarwo mengatakan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo meminta, KUR lebih cepat terserap agar sektor pertanian memperkuat ekonomi nasional di masa pandemi Covid-19.

"Sektor pertanian akan menjadi penopang ekonomi nasional. Pangan kebutuhan yang tidak bisa ditunda. Kebutuhan 267 juta rakyat harus terpenuhi tanpa syarat," kata Sarwo Edhy mengulang arahan Menteri Syahrul.

Terkait penyaluran KUR, Bank BNI, BRI, dan Bank Mandiri telah menjadi penyalur di semua daerah di Indonesia. Bank BRI menyalurkan KUR sebesar Rp 7,2 triliun, Bank BNI Rp 1 triliun, dan Bank Mandiri Rp 1,3 triliun. Sementara Bank lainnya (plus bank daerah) Rp 597 miliar.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA