Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Friday, 8 Zulqaidah 1442 / 18 June 2021

Pembalap Sepeda Nasional Pindah Latihan ke Malang

Sabtu 21 Mar 2020 11:45 WIB

Red: Israr Itah

Pembalap sepeda Indonesia (ilustrasi). Pembalap sepeda nasional pindah berlatih di Malang.

Pembalap sepeda Indonesia (ilustrasi). Pembalap sepeda nasional pindah berlatih di Malang.

Foto: Antara/Putra Haryo Kurniawan
Latihan para pembalap sepeda memaksimalkan fasilitas indoor Velodrome Sawojajar.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembalap nasional yang selama ini menjalani pemusatan latihan di Jakarta tetap menjalankan program di tengah merebaknya virus corona (Covid-19). Lokasi latihan mereka dipindah ke Malang dan memaksimalkan fasilitas indoor Velodrome Sawojajar.

"Ya. Banyak atlet yang saat ini latihan di Malang. Mereka tetap berlatih seperti biasa dan dipantau langsung oleh trainer. Memang ada sedikit beda dibandingkan sebelumnya," kata pelatih kepada tim nasional Dadang Haries Poernomo saat dikonfirmasi dari Jakarta, Sabtu (21/3).

Baca Juga

Menurut dia, jika latihan sebelumnya menu latihan banyak yang outdoor, selama masa pandemi virus corona frekuensinya dikurangi meski tidak menurunkan intensitas latihan yang sudah terprogram. Untuk latihan indoor, ada beberapa program yang harus dijalankan mulai wattbike hingga penguatan otot. 

Latihan lebih semarak karena digabung dengan atlet muda potensial Malang pada khususnya dan Jawa Timur pada umumnya. Atlet nasional yang berlatih di Velodrome Sawojajar, Malang di antaranya Crismonita Dwi Putri, Elga Kharisma Novanda dan pebalap andalan Jawa Barat Ayustina Delia Priatna.

Di tengah pandemi virus corona, Dadang mengimbau kepada seluruh pebalap menyesuaikan diri dengan kebijakan yang ada. Pihaknya tidak ingin atlet yang selama ini menjadi andalan tidak maksimal dalam berlatih.

"Mereka saya imbau jaga kebersihan, pakai cairan pembersih tangan (hand sanitizer) setiap habis memegang alat latihan atau yang lain. Semua sudah kita siapkan. Kami juga meminta anak-anak menghindari keramaian termasuk ke mal," kata pria yang akrab dipanggil Coach Dadang itu.

Merebaknya virus corona sangat berdampak pada kegiatan masyarakat termasuk olahraga. Banyak kejuaraan internasional termasuk kualifikasi Olimpiade 2020 Tokyo dihentikan. Bahkan, WHO sudah menyatakan Covid-19 sebagai pandemi.

Tidak hanya kualifikasi menuju Olimpiade, kompetisi sepak bola elit di dunia juga dihentikan. Italia menjadi salah satu negara yang banyak pemain bolanya terkena Covid-19. Begitu juga dengan Spanyol yang jumlahnya terus meningkat.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA