Friday, 11 Rabiul Awwal 1444 / 07 October 2022

Pemkot Jaksel Tunggu Pelaksanaan Rapid Test Covid-19

Jumat 20 Mar 2020 20:41 WIB

Red: Bayu Hermawan

Virus Corona (ilustrasi)

Virus Corona (ilustrasi)

Foto: www.freepik.com
Pemkot Jaksel belum menerima pemberitahuan resmi soal rapid test Covid-19.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Kota Jakarta Selatan menunggu pemberitahuan resmi dari pemerintah pusat terkait rapid test massal Covid-19 bagi masyarakat di wilayah itu. Wali Kota Jakarta Selatan Marullah Matali mengatakan, belum ada pemberitahuan resmi soal pelaksanaan rapid test Covid-19.

Marullah mengaku sudah mengetahui pernyataan resmi dari Presiden Jokowi soal pelaksanaan tes massal tersebut. Namun, dirinya belum memberikan penjelasan detail terkait pelaksanaan rapid test tersebut karena masih menunggu pemberitahuan secara resmi dari pemerintah pusat. 

Baca Juga

"Mungkin lagi dalam perjalanan (suratnya) tapi belum sampai saja ke saya," ucap Marullah.

Menindaklanjuti pernyataan presiden tersebut, Marullah meneruskan isi pernyataan kepada seluruh jajarannya melalui pesan grup WhatsApp para lurah dan camat. Sejumlah lurah menyatakan siap untuk mengawal dan menindaklanjuti arahan tersebut sesuai instruksi wali kota.

Selain itu, juga tersiar kabar bahwa tes massal Covid-19 yang dimaksud telah dimulai di wilayah Bangka, Jakarta Selatan. Lurah Bangka Nofi Ernita saat dikonfirmasi mengatakan, belum ada laporan dari para RT dan RW terkait informasi pelaksanaan tes massal Covid-19 di wilayahnya.

"Saya baru baca arahan Pak Wali Kota terkait pernyataan presiden itu, kami para lurah baru menyatakan siap untuk melaksanakan tugas, belum ada juga lurah yang melapor wilayahnya telah dilaksanakan 'rapid test'," kata Nofi.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengatakan pemeriksaan tes massal virus coronadimulai Jumat. Wilayah yang melaksanakan tes massal diprioritaskan yang paling rawan penularan virus corona seperti di Jakarta Selatan.

"Mengenai rapid test memang sudah dilakukan sore hari ini di wilayah yang dulu sudah diketahui ada contact tracking (pelacakan kontak) dari pasien-pasien positif sehingga dari situ didatangi dari rumah ke rumah untuk dites," katanya.

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA