Thursday, 10 Rabiul Awwal 1444 / 06 October 2022

Wali Kota Tasikmalaya Keluarkan Edaran Larang Timbun Barang

Jumat 20 Mar 2020 17:07 WIB

Rep: Bayu Adji P/ Red: Andi Nur Aminah

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman

Foto: Republika/Bayu Adji P
Kebutuhan lainnya, seperti masker, cairan pembersih tangan juga jangan ditimbun.

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA -- Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman mengeluarkan Surat Edaran baru agar masyarakat dan pelaku usaha tak memanfaatkan penyebaran Covid-19 untuk kepentingan pribadi. Ia mengatakan, seluruh pihak dilarang melakukan penimbunan kebutuhan pokok dan kebutuhan penting lainnya, seperti masker, cairan pembersih tangan, dan lain-lain.

Budi mengakui, penyebaran virus korona jenis baru yang masif membuat sebagian orang panik. Namun, menurut dia, warga tak perlu menimbun kebutuhan untuk dirinya sendiri. "Masyarakat tak perlu berlebihan dalam berbelanja, terutama kebutuhan pokok dan penting," kata dia, Jumat (20/3).

Baca Juga

Ia juga mengingatkan para pelaku usaha tidak memanfaatkan situasi sekarang dengan menimbun barang atau menaikan harga. Pelaku usaha diminta membatasi penjualan konsumsi secara berjenjang.

Budi mengingatkan, pelaku usaha yang menimbub barang kebutugan pokok atau kebutuhan penting lainnya dalam situasi kelangkaan, dapat dikenakan Pasal 29 ayat 1 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Perdagangan. Tersangka dapat dikenakan denda maksimal Rp 50 miliar atau hukuman penjara maksimal 5 tahun.

Budi mengatakan, saat ini ketersediaan gula pasir di Kota Tasikmalaya mulai sulit didapatkan. Sebab, stok gula pasir terbatas dan harga melambung tinggi. Budi megatakan, pihaknya akan koordinasi dengan instansi terkait agar kebutuhan pokok masyarakat tercukupi. Menurut dia, sampai saat ini kebutuhan pokok lain seperti beras, telur ayam, dan minyak goreng, masih aman untuk 14 hari ke depan. "Yang kekurangan gula putih, sudah tidak ada," kata dia.

Bayu Adji P

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA