Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Sunday, 27 Ramadhan 1442 / 09 May 2021

Masjid Turki tidak Gelar Sholat Jumat

Jumat 20 Mar 2020 11:48 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tejomukti/ Red: Ani Nursalikah

Masjid Turki tidak Gelar Sholat Jumat. Suasana halaman depan Masjid Biru di Istanbul Turki.(Muhammad Subarkah)

Masjid Turki tidak Gelar Sholat Jumat. Suasana halaman depan Masjid Biru di Istanbul Turki.(Muhammad Subarkah)

Foto: Muhammad Subarkah
Selain masjid, sejumlah gereja dan sinagoge juga setop ibadah umum.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTANBUL -- Kepala Urusan Agama Turki Ali Erbas mengatakan masjid ditutup untuk shalat Jumat hari ini, (20/3) dan malam Isra Mi'raj, Sabtu (21/3). Dilansir di Hurriyet Daily News, Kamis (19/3), Turki telah menutup masjid-masjid negara untuk shalat Jumat mendatang dan malam Isra Mi'raj.

Langkah ini sebagai bagian dari tindakan pencegahan terhadap wabah coronavirus yang baru. Erba mengatakan sejak (16/3) Turki telah menghentikan shalat berjamaah di masjid-masjid hingga risiko wabah virus corona berakhir. Namun, masjid akan tetap terbuka untuk shalat pribadi.

Sementara itu, gereja dan sinagoge di Istanbul juga menghentikan layanan mereka sebagai tanggapan terhadap penyebaran virus corona. Gereja dan sinagoge terlihat ditutup di distrik Beyoglu, Istanbul, menurut laporan media setempat.

Sinagoge Neve Shalom di lingkungan Sishane mengumumkan mereka menghentikan layanannya hingga Kamis (26/3). “Mungkin, mereka mengambil keputusan seperti itu karena virus. Biasanya, mereka semua datang ke sini. Saat ini, tidak ada personel keamanan juga,” kata seorang penjaga toko.

Gerejw St. Mary Draperis dan Hagia Triada Gereja Ortodoks Yunani di Istiklal yang juga terlihat telah ditutup. Sementara itu, gereja-gereja di provinsi Diyarbakır dan Mardin tenggara juga memutuskan menghentikan ibadah umum. Meskipun demikian, gereja-gereja masih terbuka untuk kunjungan dan doa pribadi.

Turki melaporkan kematian kedua akibat infeksi corona, Menteri Kesehatan Fahrettin Koca mengatakan pada akhir 18 Maret. Jumlah kasus naik menjadi 191 di negara itu, hampir dua kali lipat dari sehari sebelumnya. Pemerintah telah melakukan langkah-langkah menghentikan penyebaran virus, menutup sekolah dan universitas, dan mengadakan acara olahraga tanpa penonton.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA