Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Layanan Cloud Alibaba Bantu Atasi Pandemi Covid-19

Jumat 20 Mar 2020 11:46 WIB

Rep: Noer Qomariah Kusumawardhani/ Red: Dwi Murdaningsih

Alibaba(EPA)

Alibaba(EPA)

Foto: EPA
Alibaba Cloud membantu komunikasi bagai pegawai medis hingga belajar di rumah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Alibaba Cloud mengumumkan kehadiran aplikasi-aplikasi teknologi berbasis cloud yang canggih untuk tenaga medis dan fasilitas kesehatan di seluruh dunia. Hal ini guna membantu memerangi pandemi Covid-19 yang disebbakna virus corona baru,.

Inovasi kecerdasan buatan (AI) yang ditingkatkan berdasarkan pembelajaran dan wawasan yang ditemukan sejak awal terjadinya wabah virus. Rangkaian solusi cloud ini berasal dari upaya bersama para pakar cloud, ilmuwan dan peneliti Alibaba Cloud dari Alibaba DAMO Academy dan tim teknis di DingTalk.

DingTalk sudah lebih dikenal karena telah membantu lebih dari 120 juta siswa di seluruh China untuk belajar secara daring melalui live-stream. Tim mereka telah memutuskan untuk meluncurkan platform komunikasi DingTalk untuk ahli medis internasional yang menggunakan Alibaba Cloud sebagai hosting.

Platform ini menyediakan sarana komunikasi gratis bagi tenaga medis di seluruh dunia agar dapat secara langsung menghubungi dokter dari institusi medis, seperti First Affiliated Hospital of University Zhejiang dan institusi lainnya di China.

Menurut siaran pers yang diterima Republika.co.id, Jumat (20/3) Alibaba Cloud menyediakan solusi konferensi video dan terjemahan real time berbasis AI ke dalam 11 bahasa (bahasa Arab, Indonesia, Mandarin, Inggris, Prancis, Jepang, Erusia, Spanyol, Thailand, Turki dan Vietnam). Alibaba DAMO Academy  memberikan tiga solusi yang telah terbukti dan saat ini tersedia secara gratis untuk uji coba bagi para ahli medis dan lembaga penelitian. Alibaba Cloud akan bekerja dengan mitra lokal untuk menyebarkan layanan dan solusi yang relevan dengan hukum dan peraturan setempat.

Inovasi lainnya adalah solusi memprediksi epidemi. Ini merupakan model karakteristik epidemi covid-19 untuk wilayah tertentu. Solusi ini memperkirakan perkiraan ukuran, waktu tersibuk selama periode epidemi serta tren penyebaran dalam tiga kondisi (optimistis, netral dan pesimistis).

Berdasarkan pembelajaran mesin, algoritma telah diuji pada 31 data provinsi di Cina dengan rata-rata akurasi setinggi 98 persen.  Ini dapat dijadikan sebagai refesensi pembuat kebijakan, llangkah-langkah pencegahan dan pengendalian, alokasi sumber daya medis serta saran perjalanan.

Kemudian, solusi analisis CT Imaging. Ini merupakan layanan teknologi analitik gambar melalui CT Imaging yang dapat secara signifikan meningkatkan akurasi pengujian dan efisiensi deteksi untuk mendiagnosa COVID-19. Model ini melakukan perhitunagn proporsi lesi dan rasio volume yang berpengaruh ke seluruh paru-paru, dengan menggunakan merode segmentasi paru-paru. Analisis hanya memerlukan waktu sekitar tiga sampai empat detik untuk berjalan dan 15-16 detik waktu transmisi.

Sekuensing genom untuk solusi diagnostik virus corona. Solusi dengan metode tersebut bertujuan menganalisa virus corona, termasuk penyaringan data genetik virus, analisis evolusi, analisis struktur protein dan pelaporan diagnostik. Solusi ini dapat menyelesaikan diagnosis virus corona yang baru muncul, dalam waktu 14 jam, membuatnya lima kali lebih cepat dari solusi sekuensing yang tersedia di China.

Solusi lainnya adalah solusi komputasi elastis berkinerja tinggi (E-HPC) untuk Life Sciences. Rangkaian solusi ini dirancang untuk para peneliti yang bekerja dalam penerapan  ilmu kehidupan, terutama untuk Computational-Driven-Drug-Design (CDDD) dan Al-driven-drug design (AIDD).

Hasil dari pemanfaatan solusi ini adalah sistem diagnostik CT pada pneumonia COVID-19 yang dikembangkan oleh Universitas Tsinghua. Sistem itu mampu menyelesaikan diagnosa hanya dalam waktu 10 detik.

Kinerja perakitan gen oleh Universitas Sun Yat-sen dipercepat hingga 25 persen. Alibaba Cloud juga telah bekerja sama dengan Global Health Drug Discovery Institute (GHDDI) di Beijing untuk meluncurkan platform penemuan yang digerakkan oleh AI, yang ada pada E-HPC.

Bagi yang ingin belajar lebih banyak tentang materi utama dan pengalaman dari dokter serta tenaga medis lainnya di First Affiliated Hospital, Zhejiang University of Medicine (FAHZU), Jack Ma Foundation dan Alibaba Foundation pun telah membagikan pedoman yang disusun para tenaga medis FAHZU . Isinya mencakup tahapan-tahapan pencegahan dan penanganan, mulai dari skrining hingga diagnosis dan perawatan pasien covid-19.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA