Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Wapres Pertimbangkan Umumkan Identitas ODP Virus Corona

Kamis 19 Mar 2020 12:27 WIB

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Nur Aini

Wakil Presiden Maruf Amin

Wakil Presiden Maruf Amin

Foto: Republika/Fauziah Mursid
Pembukaan identitas ODP dan PDP virus corona untuk mencegah penyebaran lebih lanjut.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk mengumumkan identitas orang yang masuk kategori orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP). Ma'ruf menerangkan, pertimbangan itu sedang dalam pembicaraan satuan tugas percepatan penanganan virus corona untuk mencegah lebih lanjut penyebaran virus tersebut.

"Itu juga sudah dibicarakan, khususnya di kalangan Satgas, memang ada pikiran untuk mengumumkan identitas mereka yang sudah terpapar atau istilahnya ODP dan PDP," ujar Ma'ruf di Jakarta, Kamis (19/3).
 
Ma'ruf menilai, seseorang dengan kategori ODP  justru berpotensi besar dalam menularkan virus corona. Ia menerangkan, entah karena orang itu sempat bepergian ke negara lain yang merupakan pusat penyebaran virus corona atau telah melakukan kontak dengan pasien positif corona. Karena itu, ia meminta pemantauan ketat terhadap masyarakat kategori ODP.
 
"Sebenarnya kalau orang sudah diisolasi itu sudah jelas penanganannya aman dan jelas tidak keluyuran, justru yang bahaya itu ODP, dia berpotensi untuk membunuh orang lain, karena itu pengawasan terhadap ODP itu sangat penting," ujar Ma'ruf.
 
Ia menilai dengan membuka identitas ODP diharapkan membuat masyarakat waspada untuk tidak melakukan kontak. Kendati demikian, opsi itu masih menjadi kajian pemerintah.
 
Ma'ruf mengatakan, sementara ini Pemerintah berkoordinasi dengan pemerintah daerah terus melakukan penelusuran dan pemantauan kepada masyarakat dengan kategori ODP untuk selanjutnya diminta isolasi diri.
 
"Pemantauan itu memang orang yang sebenarnya dia seperti tidak merasa bahwa dia itu sebenarnya sudah terpapar dan berpotensi menularkan, jadi mereka harus juga artinya itu diberi, diisolasi mereka itu, supaya tidak memberikan penularan kepada orang lain," ujarnya.
 
"Kita (penelusuran) sampai ke RT, sampai ke RW, lurah, kita harapkan pemda memfungsikan lurah ini, sebab semua itu terjadi berarti di kawasan kelurahan itu, mengefektifkan peran lurah dan RT/RW," ujarnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA