Kamis 19 Mar 2020 09:09 WIB

Ekonom: BI Mungkin Turunkan Suku Bunga Acuan Jadi 4,5 Persen

Penyebaran virus corona akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Rep: Novita Intan/ Red: Nidia Zuraya
Suku bunga Bank Indonesia (IST)
Foto: IST
Suku bunga Bank Indonesia (IST)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Indonesia diperkirakan menurunkan suku bunga acuan atau BI7 days reverse repo rate sebesar 25 basis poin menjadi 4,5 persen. Hal ini didorong langkah pre emptive dalam mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi global terutama akibat penyebaran virus Corona.

Chief Economist Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan penyebaran virus corona akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada tahun ini.

Baca Juga

“Kami melihat masih terdapat ruang untuk menurunkan suku bunga kebijakan BI7 days reverse repo rate pada RDG Bank Indonesia besok sebanyak 25 bps menjadi 4,5 persen. Hal ini terutama didorong oleh langkah pre-emptive yang dilakukan oleh BI,” ujarnya kepada Republika di Jakarta, Kamis (19/3).

Menurutnya industri perbankan sudah mengantisipasi risiko perlambatan ekonomi akibat penyebaran virus corona. Andry mengakui kondisi ini cukup sulit bagi industri perbankan untuk meningkatkan kinerja perusahaan.

“Kami telah menyiapkan berbagai skenario dari dampak ekonomi penyebaran Covid-19. Kami berusaha sekuat mungkin untuk menjaga stabilitas beberapa indikator terutama kualitas aset dan likuiditas di tengah masih tingginya ketidakpastian ke depan,” jelasnya.

Dari sisi lain laju inflasi, Andry memperkirakan masih relatif stabil dan terkendali, meskipun beberapa waktu terakhir terdapat kenaikan beberapa bahan makanan dan kebutuhan pokok seperti gula pasir dan bawang merah. Inflasi sampai dengan Februari 2020 secara tahunan tercatat sebesar 2,98 persen.

“Masih dalam rentang target BI yang sebesar dua persen sampai empat persen. Kami memperkirakan sepanjang tahun ini inflasi akan berada pada level 3,25 persen,” ucapnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement