Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

Sunday, 29 Sya'ban 1442 / 11 April 2021

FIM akan Perpanjang Musim Balap MotoGP Hingga Awal 2021

Senin 16 Mar 2020 21:04 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Agung Sasongko

Maverick Vinales (kiri) dan Valentino Rossi dengan motor YZR-M1 untuk MotoGP 2020.(EPA-EFE/SEPANG INTERNATIONAL CIRCUIT)

Maverick Vinales (kiri) dan Valentino Rossi dengan motor YZR-M1 untuk MotoGP 2020.(EPA-EFE/SEPANG INTERNATIONAL CIRCUIT)

Foto: EPA-EFE/SEPANG INTERNATIONAL CIRCUIT
MotoGP akan mulai melaksanakan seri perdana pada 3 Mei di Jerez.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Presiden Federasi Sepeda Motor Internasional (FIM), Jorge Viegas mengatakan musim balap akan diperpanjang hingga awal 2021 jika diperlukan. Hingga saat ini, MotoGP akan mulai melaksanakan seri perdana pada 3 Mei di Jerez.

MotoGP tengah melakukan upaya penjadwalan ulang kalander MotoGP 2020 setelelah empat seri pembuka gagal digelar karena Covid-19. Perubahan jadwal diperkirakan akan keluar dalam beberapa minggu ke depan.

Viegas memaklumi situasi yang terjadi saat ini di mana MotoGP harus menggelar minimal 13 kali perlombaan sesuai kontrak untuk musim 2020. Sedangkan situasi dunia saat ini tak menentu karena virus tersebut. Maka dari itu, kata Viegas, FIM perlu membukan opsi lain salah satunya membukan kemungkinan balapan hingga awal tahun 2021.

"Ya, jika perlu. Bayangkan bahwa beberapa acara belum dibatalkan dan bahwa kita harus melanjutkan balapan nanti, ”kata Viegas dalam sebuah wawancara dengan La Tribune de Geneve, dilansir dari Crash, Senin (16/3).

Viegas menegaskan akan berusaha agar balapan tetap layak dinantikan. Laporan dari Italia menyebutkan salah satu tim pabrikan peserta MotoGP, Ducati untuk sementara waktu menutup pabrik dan kantornya. Mereka akan mengatur proseder kerja di tengah krisis.

Sementara Ferrari dan Lamborghini menutup seluruh operasional mereka hingga akhir Maret. Viegas mengatakan jika perlombaan digelar saat ini dikhawatirkan akan membahayakan masyarakat lebih luas.

“Pabrik ditutup, sekolah tutup, semua kegiatan ekonomi melambat. Akan ada konsekuensinya, tetapi masih sulit untuk diukur.” Tuturnya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA