Ahad 15 Mar 2020 10:25 WIB

Meski tak Ada Corona, Libya Nyatakan Status Darurat

Libya mengalokasikan 500 juta dinar Libya (Rp 5,2 triliun) untuk perangi corona.

Kota Tripoli, Libya. (ilustrasi). Libya mengalokasikan 500 juta dinar Libya (Rp 5,2 triliun) untuk perangi corona.
Foto: EPA-EFE/STRINGER
Kota Tripoli, Libya. (ilustrasi). Libya mengalokasikan 500 juta dinar Libya (Rp 5,2 triliun) untuk perangi corona.

REPUBLIKA.CO.ID, TUNIS -- Pemerintah Kesepakatan Nasional Libya (GNA) yang berbasis di Tripoli menyatakan status darurat atas virus corona. Perdana Menteri Fayez al-Serraj menyatakan akan menutup seluruh perjalanan udara dan pelabuhan laut mulai Senin (16/3).

Serraj juga menuturkan bahwa pemerintah yang diakui secara internasional itu telah mengalokasikan 500 juta dinar Libya (sekitar Rp 5,2 triliun) untuk memerangi corona jika virus yang telah menelan banyak korban jiwa itu mencapai Libya. Hingga kini, negara tersebut belum mengkonfirmasi kasus apa pun terkait Covid-19.

Libya, yang terpecah selama bertahun-tahun antara pemerintah saingan yang terlibat perang hampir satu tahun, tidak memiliki fasilitas isolasi yang memadai dan fasilitas-fasilitas lainnya untuk menangani virus tersebut, menurut kepala pusat pengendalian penyakit Libya kepada Reuters, Kamis (12/3).

Hingga Ahad (15/3) pagi, total kasus corona di seluruh dunia mencapai 156.726 kasus. Kematian akibat virus itu mencapai 5.839 orang, sementara yang sembuh 75.932 orang. Virus corona telah menginfeksi 152 negara.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement