Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Tuesday, 29 Ramadhan 1442 / 11 May 2021

Kemenkes Bantah Viral Larangan Mudik di Medsos karena Corona

Ahad 15 Mar 2020 09:11 WIB

Rep: Rr Laeny Sulistyawati/ Red: Ani Nursalikah

Kemenkes Bantah Viral Larangan Mudik di Medsos. Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 sekaligus Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto.

Kemenkes Bantah Viral Larangan Mudik di Medsos. Juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 sekaligus Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto.

Foto: Antara/Sigid Kurniawan
Masyarakat diminta menghubungi 119 untuk bertanya soal corona.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membantah kabar viral yang menyebutkan masyarakat dilarang mudik akibat virus novel corona (Covid-19). Masyarakat diminta hubungi hotline informasi Covid-19, yaitu di nomor 119.

"Tidak benar (imbauan jangan mudik)," ujar Direktur Jenderal (Dirjen) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Achmad Yurianto saat dihubungi Republika.co.id, Ahad (15/3).

Ia meminta masyarakat mengontak 119 yang bisa dihubungi 24 jam. Kemudian, dia melanjutkan, masyarakat bisa bertanya soal Covid-19.

"Kemudian pahami dan yakini, baru putuskan mau pergi (mudik) atau tidak," kata pria yang juga juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19 itu.

Baca Juga

Yurianto percaya masyarakat sudah banyak yang pintar dan membedakan kebenaran pesan. Sebelumnya, beredar pesan bergambar viral di media sosial (medsos) dan aplikasi pesan yang meminta masyarakat jangan mudik. Mulai dari masyarakat yang bekerja dari rumah, melakukan kuliah online, hingga anak-anaknya diliburkan sekolah supaya tidak pulang kampung.

"Anda tidak tahu, Anda membawa virus atau tidak. Dalam perjalanan itu terpapar virus atau tidak. Lindungilah orang tua dan keluargamu di kampung halaman," demikian bunyi pesan tersebut.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA