Ahad 15 Mar 2020 06:07 WIB

Satu Pasien di RSD Gunung Jati Positif Corona

RSD akan kembali mengirimkan sampel yang kedua untuk mengetahui kesembuhan pasien.

Rep: Lilis sri handayani/ Red: Friska Yolandha
Ilustrasi penangan pasien corona. RSD Gunung Jati cirebon mengungkapkan satu pasiennya positif corona.
Foto: Republika/Abdan Syakura
Ilustrasi penangan pasien corona. RSD Gunung Jati cirebon mengungkapkan satu pasiennya positif corona.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Salah satu dari lima pasien yang dirawat di ruang isolasi RSD Gunung Jati, Kota Cirebon dinyatakan positif Corona. Meski demikian, kondisi pasien yang berasal dari salah satu daerah di Wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan) itu dinyatakan telah membaik.

‘’Pasien (nomor) 10 positif corona,’’ ujar Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, Sabtu (14/3).

Baca Juga

Azis menyatakan, kepastian status positif itu diketahui dari hasil pemeriksaan Litbangkes Kementerian Kesehatan terhadap pasien. Menurutnya, pihak RSD Gunung Jati akan kembali mengirimkan sampel yang kedua untuk mengetahui apakah pasien tersebut telah sembuh.

"Setelah sampel pertama dikirimkan ke Jakarta, pasien itu dilakukan proses pengobatan dan sekarang kondisinya sudah membaik," terang Azis.

Saat ditanyakan asal daerah pasien positif corona itu, Azis hanya menyebutkan pasien tersebut berasal dari salah satu daerah di Wilayah Ciayumajakuning. Namun dia memastikan, pasien itu bukan berasal dari Kota Cirebon.

Sementara itu, Direktur Utama RSD Gunung Jati, Ismail Jamaludin, menjelaskan, saar ini di ruang isolasi RSD Gunuung Jati ada lima pasien yang dirawat intensif, yakni pasien 10, 11, 12, 13 dan 14. Pasien yang positif Corona merupakan pasien nomor 10.

"Saat ini kondisi pasien sudah stabil, tidak panas, tidak batuk," terang Ismail.

Ismail menyatakan, kelima pasien selama ini sudah menjalani perawatan di ruang isolasi RSD Gunung Jati sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan.

Kelima pasien itu memiliki riwayat dan daerah asal berbeda-beda. Di antaranya ada pula yang baru pulang bekerja di luar negeri.

"Tapi saya tidak hafal yang mana saja," kata Ismail.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement