Sabtu 14 Mar 2020 22:06 WIB

Menkop: Furnitur Menjadi Unggulan Ekspor Indonesia

ekspor Indonesia saat ini masih kecil atau masih dua persen dari pasar dunia

Pengunjung melihat salah satu produk furnitur saat pameran
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Pengunjung melihat salah satu produk furnitur saat pameran

REPUBLIKA.CO.ID, BANTUL  -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki menyatakan industri furniture merupakan salah satu sektor prioritas dan unggulan yang mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap pertumbuhan perekonomian nasional khususnya devisa negara.

"Industri furnirure sudah menjadi prioritas atau unggulan termasuk ekspor Indonesia, karena kita punya tradisi panjang, punya bahan baku, punya para pengrajin yang kuat, kita banyak industri yang kuat dan juga memang permintaan luar negeri masih tinggi," kata Menteri di Yogyakarta, Sabtu (14/3).

"Furniture salah satu yang sudah ditetapkan  Presiden untuk menjadi produk unggulan kita untuk ekspor," katanya saat membuka Jogja International Furniture and Craft Fair Indonesia (JIFFINA) 2020 yang digelar pada 14 Maret sampai 17 Maret di Jogja Expo Center, Yogyakarta.

Menteri Koperasi dan UKM memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pameran ini, karena bisa menjadi interaksi antara pelaku usaha bidang furniture, para buyer (pembeli) dan juga pihak-pihak yang lain.

Menkop UKM mengatakan,  ekspor Indonesia saat ini masih kecil atau masih dua persen dari pasar dunia yang tersedia, karena itu ini menjadi tantangan bagi semua pihak terutama para pelaku industri untuk menangkap peluang ekspor yang masih besar untuk disinergikan."Memang kita tahu furniture sangat dinamik, perkembangannya begitu cepat kalau kita tidak mengikuti selera market dunia, baik art (seni) desain maupun penggunaan bahan dan lain sebagainya kita bisa kalah kompetisi," katanya.

Akan tetapi, di tengah perkembangan dunia yang semakin respek terhadap lingkungan ini, juga menjadi suatu aspek yang harus dipikirkan, karena industri manufaktur furniture ini juga harus berkelanjutan."Karena itu kita bersama Kementerian Perindustrian concern untuk mengembangkan sumber daya manusia, penerapan teknologi untuk pengembangan furniture ini juga saya kira penting mengenai pembiayaan, kemitraan antara pengrajin dan pengusaha besar dan buyer," katanya.

Ketua Forum JIFFINA Jawa-Bali Timbul Raharjo dalam sambutannya mengatakan, pameran ini menjadi strategi program penting dalam promosi atau marketing, dan juga upaya menjaring pasar dari kreatif produk sampai ke pembeli."JIFFINA ke-5 ini memiliki arti penting sebab kementerian terkait turut mendukung, dan telah dikonfirmasi para buyer luar negeri dengan jumlah yang signifikan. Dengan menampilkan desain mebel dan kerajinan serta penyajian yang artistik JIFFINA menjadi pameran terbaik di Indonesia," katanya.

 

sumber : antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement