Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Monday, 24 Rajab 1442 / 08 March 2021

Corona Reda, Sejumlah Sekolah di China Kembali Dibuka

Jumat 13 Mar 2020 08:21 WIB

Red: Reiny Dwinanda

Siswa mengenakan masker. Sejumlah sekolah di China kembali buka setelah wabah corona mereda di sana.

Siswa mengenakan masker. Sejumlah sekolah di China kembali buka setelah wabah corona mereda di sana.

Foto: ELOISA LOPEZ/REUTERS
Sejumlah sekolah di China kembali buka setelah wabah corona mereda di sana.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Beberapa sekolah di China sudah mulai mengadakan kegiatan belajar dan mengajar lagi sejak Senin (9/3) setelah diliburkan akibat berjangkitnya wabah Covid-19. Provinsi Qinghai dan Daerah Otonomi Tibet termasuk beberapa di antara provinsi di China yang sekolahnya sudah mulai buka lagi.

Sementara itu, provinsi lain dijadwalkan akan membuka kegiatan tatap muka di ruang kelas mulai pekan depan, demikian laporan sejumlah media yang dihimpun Antara, Jumat. Pemerintah Provinsi Qinghai telah memberikan lampu hijau kepada sejumlah sekolah menengah atas dan sekolah kejuruan untuk membuka kelas lagi pada pekan ini, sedang ngkan sekolah menengah pertama baru diizinkan pada pekan depan.

Kegiatan perkuliahan tatap muka di perguruan tinggi dan lembaga pendidikan kejuruan diploma di daerah yang juga menjadi rumah bagi etnis Muslim Hui dan etnis Muslim Salar itu telah dimulai sejak 1 Maret 2020 sebagaimana regulasi Kementerian Pendidikan China (MoE). Namun, untuk sekolah dasar, sekolah berkebutuhan khusus, dan taman kanak-kanak sampai saat ini belum ada pengumuman mengenai dimulainya semester baru.

Sekolah Menengah 3 Huzhu di Kabupaten Huzhu Tu, Qinghai, telah membuka lagi 16 kelas III sejak Senin (9/3), namun kelas yang lainnya baru dibuka beberapa hari kemudian, dilaporkan China Daily. Setiap murid dicek suhu badannya dan bangku antarmurid diberi jarak satu meter. Mereka juga diberi masker setiap dua hari sekali.

Qinghai merupakan daerah dengan 18 kasus positif Covid-19 tanpa ada kematian. Kasus Covid-19 di wilayah baratdaya China itu terendah ketiga di bawah Makau dan Tibet, masing-masing 10 dan satu kasus.

Jarak Qinghai dengan Hubei yang merupakan episentrum wabah virus mematikan tersebut sekitar 1.560 kilometer atau lebih dekat daripada Hubei-Heilongjiang yang berjarak 2.963. Heilongjiang memiliki 482 kasus dengan angka kematian 13 orang.

Sebelumnya, beberapa pabrik di Wuhan, Provinsi Hubei, juga telah beroperasi kembali pada Rabu (11/3) setelah penambahan kasus Covid-19 dalam beberapa hari terakhir tertahan di level dua digit.

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA