Kamis 12 Mar 2020 23:27 WIB

Kegiatan Ekspor-Impor Sulsel Melambat Akibat Corona

Realisasi ekspor Sulsel saat Januari 2020 senilai Rp 12 juta dolar AS

Ilustrasi ekspor impor.(ANTARA FOTO/Didik Suhartono)
Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
Ilustrasi ekspor impor.(ANTARA FOTO/Didik Suhartono)

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Kegiatan ekspor dan impor Sulawesi Selatan melambat akibat wabah COVID-19 yang merebak pada tiga bulan terakhir tahun 2020. Hal itu dikemukakan Kepala Dinas Perdagangan Sulsel Hadi Basalama.

Dampak dari merebaknya virus COVID-19 di Cina diakui telah menurunkan sekitar 2 juta dolar AS. Sebagai gambaran pada Januari 2019 nilai ekspor komoditas Sulsel mencapai 14 juta dolar AS. Namun pada periode 2020 pada bulan yang sama hanya terealisasi 12 juta AS.

Menurut dia, kondisi seperti ini bukan hanya melanda Sulsel namun juga daerah lainnya di Indonesia, termasuk negara tetangga sebagai dampak dari lesunya ekonomi global yang dipengaruhi oleh kasus virus corona atau COVID-19.

"Ada sejumlah komoditas andalan Sulsel yang selama ini diekspor ke Cina seperti nikel, rumput laut, kakao, udang, merica, kacang mede, telur ikan terbang dan ikan laut," ucap dia  di Makassar, Kamis (12/3).

Padahal diketahui komoditas ekspor tersebut merupakan pendorong utama pertumbuhan ekonomi Sulsel. Karena itu, harus mencari peluang pasar baru ke negara-negara lain.

Selain itu, perlambatan ekspor Sulsel juga diikuti impor sejumlah komoditi terutama untuk pengadaan suku cadang, baik untuk perangkat elektronik, bahan kimia dan sebagainya.

Semua kondisi ini, menurut Kadisperindag Sulsel akan menjadi tantangan tersendiri untuk mengevaluasi pergerakan ekspor impor daerah, sekaligus mencari peluang pasar baru sehingga kondisi tidak stagnan.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement